BABARSARI UNDERCOVER

Berubahnya Babarsari Menjadi Pemukiman

Salah satu kos-kosan tampak dari luar. (Foto JH Kusmargana)

PESATNYA pertumbuhan fisik di kawasan Seturan dan Babarsari, yang ditandai dengan tumbuhnya jumlah kampus, hotel-hotel, kompleks perumahan, pusat pertokoan, pusat hiburan, rumah makan dan bermacam bangunan lainnya, mulai dirasakan sejak kurun waktu dua dekade terakhir.

Kepala Dukuh Seturan, Sujito, mengatakan, kawasan Seturan mulai berkembang sejak dibangun kampus terpadu Universitas Pembangunan Nasional (UPN), sekitar tahun 1990an. Pada saat yang hampir bersamaan juga dibangun jalan lingkar Yogyakarta atau biasa disebut Ringroad.

"Tak lama setelah itu, STIE YKPN kemudian dibangun. Dari situlah kawasan Seturan ini mulai berkembang," tuturnya belum lama ini.

Menurut Sujito, pada era itu kawasan Jalan Seturan Raya dulu merupakan sebuah kawasan lahan persawahan yang kurang produktif. Di mana lahan pertanian yang ada di daerah tersebut hanya ditanami tanaman palawija atau tanaman selain padi. Mayoritas penduduk padukuhan Seturan bekerja sebagai petani penggarap atau petani yang mengerjakan lahan milik orang lain.

"Dulu jalan Seturan ini hanyalah tegalan, tak banyak bangunan megah yang berdiri di sepajang jalan ini. Hampir semuanya merupakan areal persawahan," kenangnya.

Tak jauh berbeda juga diungkapkan Dukuh Kledokan, Supriyono dan dukuh Tambakbayan, Widodo. Menurut Widodo, bangunan yang mula-mula berdiri megah di Jalan Babarsari hanyalah Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Gereja Kristen Nazarene (GKN). Tak lama disusul gedung kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), kampus UPN dan Hotel Sahid.

"Dulu kawasan Babarsari ada rencana akan dijadikan pusat kompleks perguruan tinggi swasta. Namun hal itu tidak jadi terlaksana. Padahal sejak sebelum itu sudah ada 10 kampus yang kemudian berdiri di Babarsari ini," katanya.

Dukuh Kledokan Supriyono mengatakan, wilayah jalan Babarsari bagian utara, saat itu masih banyak ditemukan areal persawahan yang cukup produktif. Tidak seperti padukuhan Seturan yang berada di sebelah utara Selokan Mataram, wilayah padukuhan Kledokan cukup mendapat pasokan air irigasi karena tepat berada di sebelah selatan Selokan Mataram.

"Dulu sebagian besar wilayah Kledokan adalah areal persawahan. Meski masih ada, memang saat ini areal persawaan itu semakin menyempit," katanya.

Salah seorang warga Tambakbayan, Harjo (63), mengaku kadang merindukan suasana dua puluh lalu di tempat tinggalnya itu. Di mana suasana di sepanjang jalan Babarsari masih cukup lengang dengan banyak pepohonan termasuk areal tanaman tebu di kanan dan kirinya.

"Kalau sekarang itu naik motor semuanya pada ngebut. Nggak ada yang mau ngalah. Dari pagi sampai pagi lagi jalan Seturan dan Babarsari ini selalu saja ramai. Bisa jadi bahkan lebih ramai dari Malioboro," katanya.

Dampak dari banyaknya kampus di wilayah itu adalah berkembangnya bisnis kos-kosan. Nah,... di balik tempat-tempat kos itulah banyak hal yang di luar dugaan. (JH Kusmargana)

Selanjutnya Baca :

Sudah Biasa Pacar Nginep di Kos

Seks Bebas di Kos Bukan Rahasia Lagi

 

 

Tulis Komentar Anda