Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Selasa, 25 April 2017 / 11:40 WIB

Bandara Baru Yogya Bakal Bebas Dari Tsunami

JAKARTA,KRJOGJA.com - Sejumlah kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan Bandara Kulonprogo, Yogyakarta dinilai dapat diselesaikan. Karena itu, menutut Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin, pihaknya memastikan kemajuan proses pembangunan bandara tersebut berjalan baik. Kementerian terkait juga mengkaji antisipasi bahaya tsunami terhadap bandara yang berada di dekat pantai tersebut.

Untuk itu, jelasnya, Bandara Kulonprogo ini baru diluncurkan beberapa bangunannya, tepatnya dua bulan yang lalu, yakni pada 21 Februari 2017. "Ketika itu Bapak Presiden hadir meletakkan batu pertama, memulai pembangunan dari hari ke hari, dan sekarang proses-proses administrasi sudah hampir selesai," tutur Ridwan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (24/4/2017).

Sejumlah kendala, menurutnya, seperti pembebasan lahan, konstruksi, dan lainnya bukanlah hal yang besar. Untuk itu Ridwan menilai ada kemajuan dan masalah akan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Terlebih lagi, lanjutnya, Kemenko Maritim secara formal bertugas untuk mengkoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait, misalnya seperti Kementerian Perhubungan, bahkan juga dengan infrastruktur pendukung seperti kelistrikan dan lain-lain. "Dan saya kira semuanya kita laksanakan," jelas Ridwan.

Sementara Asisten Deputi Infrastruktur, Konektivitas dan Sistem Logistik Kemenko Kemaritiman Rusli Rahim menjelaskan, kegiatan koordinasi percepatan pembangunan bandara antara lain pengadaan lahan, perencanaan dan konstruksi (desain rinci, pemagaran batas lahan, "airside, terminal, menara, gedung penunjang dan infrastruktur pendukung). Selain itu adalah terkait pengamanan dan prosedur penerbangan (adanya Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi), aksesibilitas (kereta api bandara dan akses jalan atau tol), mitigasi bencana, serta pemindahan jalan yang memotong lahan bandara (Jalan Daendels).
Sementara untuk yang berkaitan dengan trase jalur kereta api bandara, diajuinya, akan segera ditetapkan. Sedangkan terkait pembebasan lahan akan dibahas dan diputuskan dalam rapat internal Kementerian Perhubungan.

Ada pun terkait potensi dampak bencana tsunami terhadap Bandara Kulonprogo, hasil kajian menyimpulkan bahwa kejadian tsunami dapat menyebabkan ketinggian air hingga ke pinggir pantai dekat bandara meningkat.  Rusli Rahim mengatakan, untuk hal ini pihak BMKG masih melakukan kajian lebih lanjut dan akan menyampaikan hasilnya kepada pihak-pihak berkepentingan agar dapat mempersiapkan mitigasi yang dibutuhkan apabila terjadi tsunami.
Selanjutnya, terkait Jalan Daendels, menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I untuk penyelesaian masalah tersebut. (Ful)