PWI-UNSIQ Gelar Sekolah Jurnalistik

Ketua PWI Jateng bersama Wakil Bupati Wonosobo dan Rektor Unsiq ketika meresmikan sekolah jurnalistik di Kampus Unsiq. ( Foto:Ariswanto)

WONOSOBO (KRjogja.com) – Sekolah Jurnalistik (SJ) kembali digelar Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah (PWI Jateng) bekerjasama dengan Universitas Sains Alquran (Unsiq) di Fakultas Komunikasi Sosial Politik Unsiq Jateng di Wonosobo, Jumat (21/4). Sekolah bertujuan mendidik para calon wartawan muda ini, diharapkan mampu memperkuat fiqih jurnalistik modern yang berpedoman pada pancasila.

Wakil Bupati Wonosobo H Agus Subagiyo, usai membuka Sekolah Jurnalistik, menyatakan ketertarikannya pada dunia jurnalistik yang sangat dinamis. Pihaknya berharap sekolah jurnalistik yang diselenggarakan di Kampus Unsiq ini mampu membuka wawasan dan pengetahuan tentang ilmu jurnalistik yang sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik.

“Dengan dasar pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk ilmu jurnalistik yang benar, kami yakin para mahasiswa peserta sekolah jurnalistik yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kewartawanan ini, kelak mampu menjadi wartawan yang profesional,” ungkapnya dihadapan Rektor Unsiq Drs KH Muchotob Hamzah MM beserta jajaran rektorat, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, Ketua PWI Wonosobo Edy Purnomo, dan tamu undangan yang hadir. 

Menurutnya, profesionalisme wartawan sangat penting, karena di era modern sekarang ini, dunia jurnalistik menghadapi tantangan yang sangat besar, terutama dalam menghadapi berita-berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan cenderung menyesatkan masyarakat luas.

Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, menyatakan desain awal sekolah jurnalistik ini awalnya memang membidik peserta dari wartawan muda agar mereka memiliki pemahaman komprehensif atas tugas dan tanggung jawab sebagai jurnalis. Namun setelah mempertimbangkan aspek manfaat, PWI Jateng berinisiatif untuk melibatkan peserta mahasiswa dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Dijelaskan Amir, bagi mahasiswa, sekolah jurnalistik tersebut bakal memberi pemahaman yang utuh tentang dunia jurnalistik, sekaligus membekali mereka kemampuan dasar di bidang penulisan berita dan artikel. "Sertifikat yang diperoleh nantinya akan menjadi bukti bahwa mereka memiliki kompetensi dasar jurnalistik," ujarnya. (Art)

Tulis Komentar Anda