Bangun Kembali Pasar Klewer, Jokowi Terlibat Tawar Menawar dengan Rudy

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pasar Klewer usai meresmikan bursa sandang terbesar di Jawa Tengah (Jateng) itu. (Foto: Hari D)

SOLO,KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pulang kampung meresmikan Pasar Klewer yang dibangun kembali setelah musnah terbakar akhir 2014 silam. Sebelum dibangun kembali, Presiden Jokowi sempat terlibat tawar menawar dengan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang berulang kali menemuinya, untuk meminta bantuan dana dari pemerintah pusat.

Pertama kali Walikota FX Hadi Rudyatmo datang meminta bantuan, kisah Presiden Jokowi saat meresmikan Pasar Klewer, Jumat (21/4/2017), dikatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) relatif terbatas, dan harus dialokasikan untuk seluruh Indonesia. Padahal, dana yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk membangun kembali Pasar Klewer terbilang besar. Tampaknya, Walikota FX Hadi Rudyatmo yang pernah menjadi pasangan Presiden Jokowi saat menjabat Walikota Solo, tak putus asa mengajukan bantuan dana.

Akhirnya, Presiden Jokowi mengajukan syarat, agar Pemkot Solo lebih dulu menyiapkan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Akhirnya Pak Rudi (panggilan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo-red) bisa menyiapkan 10 persen atau sekitar Rp 16 miliar. Ya sudahlah, nanti sisanya akan ditanggung APBN," katanya sembari menyebut, kemudian pemerintah pusat mengucurkan bantuan senilai Rp 160 miliar dicairkan dalam dua tahun anggaran.

Seberapapun besar biaya yang diperlukan, Pasar Klewer memang menjadi salah satu ikon Kota Solo. Siapapun yang pernah berkunjung ke Solo, dipastikan mengetahui Pasar Klewer, atau bahkan berbelanja di bursa sandang terbesar di Jawa Tengah (Jateng) ini. Karenanya, ketika Pasar Klewer saat ini tampil lebih megah ketimbang pasar lama sebelum terbakar, tidak boleh kalah dengan mall, tanpa harus kehilangan jati diri sebagai sebuah pasar bernuansa tradisional.

Hal itu bisa direalisasikan, manakala para pedagang mampu menjaga kenyamanan di dalam pasar, disertai penataan manajemen modern sebagaimana tuntutan zaman. Terlebih, Pasar Klewer selama ini menjadi sntral pemasaran aneka produk sandang, serta batik dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga kualitas pelayanan dan produk menjadi kunci kekuatan Pasar Klewer bersaing dengan mall besar. "Jangan ada lagi kabel 'pating klewer' seperti dulu, atau juga lorong-lorong di dalam pasar dipenuhi dagangan, hingga suasana menjadi semrawut," Jokowi berpesan.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito menjawab wartawan sebelum peresmian mengungkapkan, pola pembangunan kembali Pasar Klewer akibat kebakaran, bisa dijadikan model bagi program serupa di daerah lain. Ketyika pedagang menempati pasar darurat selama dua tahun, selain diberikan kios secara gratis juga dibebaskan dari pembayaran retribusi. Demikian halnya ketika menempati pasar baru, juga tidak dikenakan biaya apapun.

Cukup menarik, ujarnya, ketika para pedagang menempati pasar baru dengan bangunan cukup megah, pedagang diwajibkan membayar retribusi secara elektronik. Model pembayaran retribusi elektronik, diyakininya mampu menekan kemungkinan kebocoran pendapatan, selain pula pedagang dibiasakan menggunakan transaksi non tunai yang saat ini telah menjadi tuntutan perkembangan zaman.(Hut)

 

Tulis Komentar Anda