Jokowi : 18 Bandar Dieksekusi, Peredaran Narkoba Masih Tinggi

Iriana Jokowi ‘dirayu’ Pelajar, Hadirin Tertawa (Andjar HW)

SOLO, KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah tidak bisa sendirian untuk membasmi peredaran narkoba, semua komponen masyarakat ,generasi muda tokoh masyarakat, tokoh agama harus bergerak bersama untuk memberantas peredaran barang haram itu. 

"Dua tahun terakhir ini sudah ada 18 bandar narkoba di eksekusi mati, namun peredaran narkoba masih belum menurun. Semua warga masyarakat harus bergerak jangan hanya mengandalkan Badan Narkoba Nasional (BNN)," tegas Presiden Jokowi saat berlangsung acara Sosialisasi Bahaya Narkoba Pornografi dan Kekerasan pada Anak di Gelanggang Olah Raga (GOR) Manahan, Solo , Jumat (21/4/2017).

Baca Juga :

Polres Sleman Amankan 6 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

30 Penyalahguna Narkoba Diamankan, Pecatan Polisi dan Penerima Beasiswa S2 Diciduk

Dalam acara itu Jokowi didampingi ibu negara Iriana,  ikut hadir Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Yohana Yembise serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hadirin juga Jokowi sempat tertawa riuh saat Iriana menyuruh siswa SMK Negeri 8  Solo bernama Dito, memperagakan seolah-olah merayu dan menuduhnya mengkonsumsi sabu. 

Dito awalnya tampak canggung namun segera berubah berani, bahkan sempat menimpali "Maaf Pak Jokowi jangan cemburu ya, Ibu Iriana saya rayu,”ujarnya yang disambut gerr hadirin.

Ibu Iriana memberi pertanyaan kepada Doni tentang tanda orang yang teler akibat mengkonsumsi sabu. Doni menjawab dengan tepat , Ibu Iriana menghadiahi sebuah sepeda. 

Perilaku Doni setelah menyabet sepeda mendapat tepukan tangan hadirin. Doni seperti atlet sepak bola melakukan selebrasi dengan lari ke panggung kiri dan kanan membungkukan badannya. (Hwa/Hut)

Tulis Komentar Anda