Jogja Garuk Sampah ‘Gasak’ Ratusan Rontek

Bekti Maulana menjalankan aksinya. (Foto: Satriyo Wicaksono)

SLEMAN, KRJOGJA.com  - Gerakan Jogja Garuk Sampah berkolaborasi dengan masyarakat peduli terhadap rambu lalu lintas dan APILL (Mas Trampill) berhasil ‘gasak’ ratusan rontek tidak berizin di sepanjang Maguwo hingga Prambanan.  Berbekal peralatan sederhana seperti tang, gunting kawat, dan linggis itu kedua gerakan ini terus bersemangat membersihkan sampah visual yang terpasang secara sembarangan.

Koordinator Jogja Garuk Sampah Bekti Maulana (19) mengungkapkan, kegiatan ini bermula dari kegelisahan masyarakat terhadap banyaknya iklan yang terpasang di rambu-rambu lalulintas, tiang listrik, dan pepohonan. Bahkan, dari sekian banyak sampah visual itu terdapat pula rontek yang sudah dalam kondisi rusak. 

"Kami kemarin memang fokus di jalanan kota, tapi setelah itu kami melihat bahwa ternyata di jalan antar provinsi juga gawat sampah visual. Adapula rontek yang sudah berupa ‘kripik’ sampah visual yang sekali sentuh langsung remuk," ungkapnya kepada KRjogja.com, Jumat (14/04/2017) dinihari.

Menurut Bekti, kegiatan membersihkan sampah visual di jalur antar provinsi sebenarnya merupakan rangkaian ujicoba. Namun, nantinya kegiatan ini akan dijalankan terus-menerus dan diagendakan secara khusus.  "Ini mendadak giat, tiga hari lalu kami baru obrolkan ke teman-teman dan kami langsung terjun ke jalan malam ini (kemarin-red),” ujar Bekti usai menjalankan aksinya.


Bekti mengimbuhkan, dalam waktu dekat relawan Jogja Garuk Sampah dan Mas Trampill juga akan membersihkan sampah visual di sepanjang Ringroad. Setelah kegiatan selesai, ratusan rontek yang berhasil dikumpulkan itu pun akan langsung diserahkan kepada pihak yang berwenang. (Mg-10)

“Rontek akan kami kumpulkan terlebih dahulu, setelah banyak baru kami serahkan kepada pihak yang berwenang,” imbuhnya.

Koordinator Mas Trampill Febry Nufrica Prihandani (26) mengutarakan, pihaknya akan terus bergerak membersihkan sampah visual, terutama yang terpasang di rambu-rambu lalulintas. Menurutnya, sampah visual sudah sangat meresahkan dan merusak tata indah kota, sehingga masyakarat harus bergotong-royong membersihkan itu. “Kami akan terus membersihkan sampah visual, target utama rambu-rambu lalu lintas setelah itu tiang listrik dan pepohonan,” terangnya. (Mg-10)

Tulis Komentar Anda