KOLOM Editor : Agung Purwandono Rabu, 05 April 2017 / 01:17 WIB

Inventora : Becak Listrik Kreasi SMK Piri 1 Yogyakarta

SAYA senang sekali dapat menuangkan gagasan dalam sebuah program baru di Jogja TV berjudul Inventora yang tayang tiap Senin pukul 18.00-18.30 WIB. Program yang didukung oleh Waroeng SS menghadirkan anak-anak muda yang punya Inovasi, Visi, Talenta, dan Obsesi sehingga menjadikan mereka Juara.

Para “Juara” bagi saya tidak hanya mereka yang menang dalam kompetisi tetapi juga mereka yang berani dan mau berpikir serta berbuat sesuatu untuk Indonesia yang lebih baik.

Becak Listrik dan Tenaga Surya

Siswa-siswa SMK Piri 1 Yogyakarta yang terlibat dalam pengembangan Becak Listrik Tenaga Surya

Pada episode pertama ini saya mewawancarai siswa-siswa SMK Piri 1 Yogyakarta yang berkreasi mengembangkan Becak Listrik dan Tenaga Surya. Ini adalah hasil dari keinginan para siswa dan guru pembimbing untuk membuat becak yang ringan, dan tidak menimbulkan polusi karena tidak menggunakan BBM.

Rekayasa ini dimulai  pada tahun 2012 dengan menciptakan becak berpanel di belakang kursi pengayuh/pengemudi. Kemudian dikembangkan sejumlah 10 becak atas permintaan Kementerian Riset dan Teknologi. Beberapa pembenahan dilakukan, antara lain panel-surya diletakkan di atas atap becak, tidak lagi di belakang kursi pengemudi, karena akan menambah panjang becak sehingga dapat mengganggu pengendara lainnya.
 
 “Kami letakkan panel ini di atas kap becak supaya tetap bisa dibuka kalau ada turis-turis yang senang dengan kap yang terbuka sambil menikmati pemandangan kota,” kata Raden Sunarto selaku Guru Pembimbing SMK 1 Piri Yogyakarta.
 
Menarik juga untuk tahu berapa lama energi matahari dan listrik ini bisa bertahan untuk menggerakkan becak ini. Di siang hari, becak dapat menempuh 60 menit/charge, dan daya dari solar cell-nya dapat terisi terus bila cuaca cerah. Di malam hari, becak ini dapat digunakan selama 40 menit/charge sebelum tenaga listrik harus diisi kembali.

Mungkin inilah salah satu solusi melestarikan becak sebagai alat transportasi tradisional khas Jogja yang ramah lingkungan. Pasti bermanfaat sekali bagi masyarakat.

Annisa Hertami Aktris yang Cinta Budaya

Annisa Hertami di atas becak listrik

Pada segmen berikutnya saya berkesempatan ngobrol dengan aktris Annisa Hertami. Perempuan kelahiran Magelang ini pernah tercatat sebagai lulusan terbaik dari Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta tahun 2012. Ia juga terpilih sebagai Diajeng Jogja 2014 dan karenanya mengemban tugas sebagai duta pariwisata Yogyakarta. Selain itu Annisa juga dikenal sebagai MC dan aktif dalam berbagai kegiatan budaya.

Kegiatan keaktrisannya diawali dengan membintangi flm Soegija arahan sutradara Garin Nugroho, yang membuatnya masuk nominasi peraih piala Citra dalam FFI 2012 dan penghargaan lainnya. Ia kemudian juga membintangi beberapa film lain seperti : “Jokowi”, “Ach! Aku Jatuh Cinta”, dan “Nyai”.

Aktivitas ini membawanya ke beberapa negara sebagai bagian dari promosi film-filmnya, namun Annisa selalu melihatnya dalam skala lebih besar : mempromosikan Indonesia.

“Saya selalu kenakan batik selama kunjungan di berbagai negara supaya masyarakat luar turut melihat betapa cantiknya batik kebanggan Indonesia ini. Saya juga sedang menyusun buku tentang Batik bersama beberapa teman yang akan segera terbi. Semoga semakin membuat kita menghargai warisan leluhur yang luar biasa ini,” ujar Annisa.

Betapa senangnya saya berbicang dengan para anak muda berprestasi ini. Mereka menunjukkan bahwa masih banyak anak muda Indonesia yang memiliki aktivitas positif dan ingin selalu bermanfaat bagi masyarakat luas. INVENTORA....Ayoooo bikin bangga Indonesia!!