Brigadir Nur Ali Suwandi

Membangun Masjid Nur Iman di Gua Pindul Gunung Kidul

Brigadir Ali mengecek proyek pembangunan masjid. (Foto: Istimewa)

SEBUAH masjid megah dengan nama "Nur Ahmad" di wilayah Gua Pindul, Gunung Kidul segera akan berdiri, meski pembangunannya baru dimulai awal bulan Maret lalu, ditargetkan masjid tersebut dalam 100 hari pembangunan sudah bisa dimanfaatkan untuk beribadah.

"Modalnya nekat mas, harapan saya 100 hari masjid sudah bisa digunakan warga untuk taraweh bulan Ramadhan tahun ini. Saya ingin sekali nanti setelah bisa digunakan Pak Kapolda DIY yang akan bisa meresmikan masjid tersebut," Ujar Brigadir Ali.

Saat ditemui KRJOGJA.com usai menemani anak-anak yatim mengerjakan tugas di yayasan Bumi Damai, Purbayan, Kotagede, ia menyampaikan bahwa keinginannya supaya masjid Nur Ahmad diresmikan Kapolda lantaran dirinya yang juga kagum dengan sosok orang nomor satu di jajaran Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut. "Makanya saya namakan masjid itu Nur Ahmad. itu saya ambil dari gabungan nama saya dan nama Bapak Kapolda Ahmad Dofiri, saya kagum dengan beliau yang juga santun dan peduli terhadap masyarakat. Supaya bisa menjadi kenang-kenangan semasa beliau menjabat, saya ingin sekali beliau nanti yang meresmikan," Ujarnya malam itu.

Memang selain memiliki yayasan bagi anak yatim dan kaum duafa, Brigadir Ali dikenal sebagai sosok yang suka membangunkan masjid-masjid di daerah pinggiran atau daerah terpencil di wilayah DIY. Saat ditanyai mengenai aksi sosialnya tersebut, tidak banyak yang ia jelaskan selain hanya mengatakan bahwa dirinya melakukan hal tersebut lantaran selalu ingin menjalin silaturahmi dengan semua orang.

Ali ingat betul bagaimana pesan dari gurunya semasa ia menjadi santri, bahwa suatu saat nanti jika cita-citanya menjadi seorang polisi terwujud ia harus menjadi prajurit yang cinta dengan tanah air dan bermanfaat bagi sesama. Pesan itulah yang kemudian dipegang teguh oleh Ali sejak awal menjadi dengan jabatan sebagai Tamtama dan hingga saat ini ia berpangkat Brigadir.

"Alasannya cuma itu saja, sebagai prajurit saya juga harus bermanfaat bagi masyarakat. dengan langkah tersebut mungkin saya bisa menjalin silaturahmi dan memperbanyak saudara hingga berbagai daerah. Bahkan saat saya seringkali mengunjungi proyek pembangunan saya juga selalu membawa nama Bhayangkara, karena saya ingin masyarakat juga selalu dekat dengan sosok-sosok polisi," katanya.

Dengan menjalin silaturahmi dengan semua orang termasuk dengan para ulama yang dikenalnya, Brigadir Ali mulai dikenal dan selalu mendapat kepercayaan untuk membangunkan sebuah masjid di berbagai wilayah. "Tanah pembangunan masjid dari wakaf, pemilik tanah yang mewakafkan biasanya yang kemudian meminta saya untuk membangunkan masjid. Kalau untuk dana pembangunan sumbernya dari mana-mana banyak juga ulama yang kenal dengan saya kemudian juga ikut menyumbang dan juga dari donatur-donatur," imbuhnya.

Hingga saat ini, masih ada dua proyek bangunan masjid yang sedang di bangun oleh Brigadir Ali, selain di daerah Gua Pindul, Satu lagi di daerah Samigaluh, Kulon Progo. "Kalau anggaran tidak tau habisnya berapa tidak pernah menghitung. Yang penting niat saja, kurangnya apa dan kebutuhannya apa ya dibeli, bahkan saya tidak pernah menyimpan nota atau kuitansi pembelian material atau bahan-bahan," katanya sambil senyum.
 
Lebih lanjut saat KRJOGJA.com menanyakan sampai kapan dirinya akan terus melanjutkan misi sosialnya tersebut, ia sedikit kemudian menarik nafas yang cukup dalam sembari berujar, "Sampai Allah masih memberikan kepercayaan kepada saya untuk terus berbuat baik," pungkasnya lirih. (Yudho P)

 

Tulis Komentar Anda