Pembuat Vaksin Palsu Divonis 9 Tahun Penjara

BEKASI, KRJOGJA.com - Terdakwa kasus vaksin palsu yakni pasangan suami istri, Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina divonis masing-masing 9 dan 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Senin (20/03/2017). Keduanya terbukti bersalah memproduksi alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar.

Dalam putusan vonis itu, Ketua Majelis Hakim Marper Pandiangan SH memeprtimbangkan sejumlah barang bukti yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan keterangan 16 saksi, serta empat ahli hukum selama agenda persidangan. Menurutnya, dalam fakta persidangan itu terungkap pasangan suami istri tersebut terbukti memproduksi vaksin palsu jenis Pediacel, tripacel, Engerix B menggunakan bahan-bahan yang tidak higienis di rumahnya sejak 2010-2016.

"Bahan baku yang digunakan adalah klem, palu dan jarum suntik. ‎Caranya, yaitu botol bekas dicuci menggunakan alkohol dan dikeringkan. Setelah itu, cairan akuades dicampur dengan vaksin DT/TT dalam dimasukkan ke dalam botol kaca. Kemudian botol ditutup dengan karet dan diklem," jelasnya.

Kuasa hukum kedua terdakwa, Rosyan Umar SH menilai vonis yang dijatuhkan hakim berdasarkan UU Kesehatan dan Perlindungan Konsumen terlalu berat. "Saya menyarankan agar klien saya menempuh banding ke Pengadilan Tinggi, tapi mereka masih mempertimbangkan sampai tujuh hari ke depan," katanya. (*)

Tulis Komentar Anda