Perusahaan Jerman Berencana Bangun Smelter

JAKARTA, KRJOGJA.com - Dua perusahaan asal Jerman berencana menanam investasi dengan membangun smelter nikel bekerja sama dengan perusahaan tambang Indonesia. Diperkirakan, nilai investasi salah satu perusahaan Jerman tersebut sekitar 800 juta dolar AS atau setara Rp 10,4 triliun.

Adanya minat investasi perusahaan itu setidaknya menjadi angin segar di tengah tarik ulur upaya pemerintah Indonesia memaksa PT Freeport Indonesia untuk membangun smelter. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyatakan, minat investasi Jerman tersebut diidentifikasi oleh pemerintah khususnya BKPM sesaat setelah melakukan kunjungan keliling Eropa untuk mempromosikan potensi investasi di Indonesia. Beberapa negara yang dikunjungi, di antaranya Jerman, Perancis, Swedia, Inggris, dan Denmark.

"Perusahaan Jerman berencana menginvestasikan 800 juta dolar AS, satu perusahaan lainnya di bidang usaha sektor gas belum menyebutkan berapa nilai investasinya," kata Lembong.

Menurut dia, perekonomian Indonesia yang relatif stabil dan kondisi fundamental makro ekonomi yang solid didukung oleh arus foreign direct investment (investasi langsung) yang tinggi merupakan daya tarik investasi utama bagi perusahaan Jerman. Selama ini Jerman tercatat menjadi salah satu negara dengan minat dan realisasi investasi di Indonesia cukup tinggi.

"Tahun lalu FDI (investasi langsung) yang masuk Indonesia mencapai 28,9 miliar dolar AS, naik 8,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jerman menyumbang 133 juta dolar AS dari total nilai FDI tersebut," ucapnya. (*)

Tulis Komentar Anda