DIES NATALIS KE-53 UNY

‘Global Culture Festival’ Perkenalkan Budaya Negara Asing di Yogya

Rochmat Wahab memberikan sambutan dalam pembukaan GCF 2017 (Ilham Dary Athalah)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sentimen perpecahan yang tumbuh di masyarakat Indonesia dan dunia acapkali membuat banyak orang bertanya-tanya, tak terkecuali bagi Rochmat Wahab. Hal itulah yang membuat Rektor UNY yang akan purna tugas, Rabu (22/03/2017) ini menekankan pentingnya saling memahami sesama umat manusia.

"Allah sudah menuliskan dalam Qur'an. Kita diciptakan berbagai bangsa untuk li taarafu (saling kenal mengenal). Maka marilah saling bersama dan mengikat perkawanan, walau berbeda-beda," ungkapnya dalam pembukaan Global Culture Festival (GCF) di GOR UNY, Senin (20/03/2017) siang.

Ungkapan tersebut disampaikanya di hadapan delegasi GCF yang beragam. Tercatat, delegasi dari 22 negara dan 29 provinsi hadir dalam acara tersebut. Beberapa diantaranya bahkan telah lama mengenyam pendidikan di UNY.

Dalam festival yang diselenggarakan sebagai rangkaian Dies Natalis UNY ke-53 ini, para mahasiswa tersebut akan membuka stand untuk memperkenalkan daerah dan negaranya masing-masing, serta menggelar pawai berkeliling Yogyakarta.

Yusuf misalnya, sebagai salah satu delegasi GCF dirinya berkewarganegaraan Mali, Afrika Barat. Ia telah satu tahun lebih di Yogyakarta mengambil program studi kependidikan di UNY.

"Saya bukan mahasiswa dari Mali pertama. Ada senior saya satu lagi, ia yang lebih senior dan ajarkan kami bahasa Indonesia," ungkap Yusuf yang sempat tampil di panggung mengenakan baju adat Mali.

Selain Mali, beberapa stand mahasiswa negara-negara Afrika layaknya Uganda, Tanzania, dan Ethiopia juga menghiasi GOR UNY. Begitu pula dengan negara-negara maju lainnya seperti Tiongkok, Korea Selatan dan Belanda. (Mg-21)

Tulis Komentar Anda