Petani Bawang Merah di Bantul Pesimis Bisa Panen

Petani melintasi lahan bawang merah yang terendam banjir. (Foto : Sukro Riyadi)

BANTUL, KRJOGJA.com - Hujan deras  yang tidak kunjung reda berdampak buruk bagi petani di Parangtritis Kretek Bantul. Sekitar 50 haktare lahan bawang merah terendam banjir, bahkan sejumlah petani pesimis tanamannya bisa bertahan sampai panen. Petani menduga banjir yang menggenangi lahannya terjadi akibat pintu irigasi di Depok terlalu tinggi yang mengakibatkan air tidak lancar mengalir ke sungai.

Tukimin seorang petani warga Samiran Parangtritis mengatakan, banjir mencapai puncaknya hari ini, Senin (20/03/2017) kemarin. “Memang benar, Sabtu lalu air sudah masuk lahan pertanian, tetapi hari ini mencapai puncaknya,” ujarnya.

Tukimin dan petani lainnya menuding bencana banjir yang terjadi setiap tahun akibat pintu air irigasi Depok terlalu tinggi, sehingga setiap ada genangan air membutuhkan waktu lama untuk mengeringkan. “Kami berharap pemerintah berbuat  sesuatu, banjir di sini setiap tahun terjadi. Artinya pemerintah tidak pernah berbuat untuk pencegahan banjir,” ujarnya.

Sementara Lurah Parangtritis Topo justru berpandangan lain dan menilai jika banjir terjadi karena hujan, sehingga tidak perlu adanya perbaikan dari infrastruktur yang ada sekarang ini. “Sarana sudah lumayan, tetapi ‘piye maneh’ semua karena alam,” ujar Topo.

Kasi Pengelolaan Jaringan Irigasi, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bantul, Yitno ST MT menegaskan pintu air irigasi di Depok tidak bisa diatur kondisinya juga  rusak.  Sementara kewenangan pengelolaan pintu air itu berada ditangan Balai Besar Wilayah Serayu Opak. ”Pembongkaran kelep di Depok itu sudah diusulkan,” jelasnya. (Roy)

Tulis Komentar Anda