Omah Palgading, Hadirkan Sajian Kuliner Khas Jawa

C Purwanjaya bersama menu unggulan Omah Palgading. (Foto: Febriyanto)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Berangkat dari keprihatinan anak-anak muda yang tidak lagi mengenal makanan tradisional serta kurang menyukai jenis masakan tersebut, Carolus Purwanjaya tergerak untuk membuka tempat makan yang menyediakan beragam menu dan olahan klasik.

Bukan cuma soal olahan menu yang menggunakan konsep tradisi, tapi dalam suasana, tempat serta lingkungan juga dibuat 'njawani'. Joglo kayu jadi bangunan utama. Ditambah dengan iringan gending Jawa yang mendayu-dayu sehingga membuat Omah Palgading kian menunjukkan karakter Kejawaannya.

"Anak muda sekarang sudah awam dengan tradisinya sendiri, mulai makanan dan lainnya. Bahkan hal berbau Jawa sudah banyak yang ditinggalkan. Karena itu kami ingin menghadirkan konsep Jawa ini agar mereka yang merasa kangen bisa melepas rindunya sekaligus mengenalkannya oada anak muda," tutur pendiri Omah Palgading, C Purwanjaya saat ditemui KRJOGJA.com di Desa Wisata Palgading Minomartani Ngaglik Sleman, Senin (20/3/2017).

Selaras dengan konsep tersebut, pria yang akrab disapa Wawan ini menegaskan setidaknya ada menu yang harus tersedia, seperti sayur kelor, lompong, tempe lombok ijo, oseng gembus, oseng pepaya dan lainnya. Bahkan menu tersebut dapat dinikmati dengan kocek miring seharga Rp 12 ribu dengan format all you can eat.

"Sebagai menu beratnya, kami sediakan sego abang dan nasi jagung," imbuh Wawan.

Sejak dibuka pada pertengahan bulan ini, Omah Palgading masih memberi kesempatan diskon 30 persen hingga akhir bulan. Tiap harinya, Omah Palgading membuka pelayanan pukul 12.00-20.00 WIB.

Melihat peluang yang ada, ke depan Wawan akan menghadirkan sejumlah menu khas yang acap menjadi jujugan pecinta kuliner di seantero Yogyakarta. Hal tersebut untuk memberikan kepuasan pada pengunjung. Termasuk juga menyediakan homestay untuk pengunjung luar kota yang ingin tinggal menikmati kesejukan Desa Wisata Palgading. (R-7)

 

Tulis Komentar Anda