Homecare, Peluang Baru untuk Para Perawat

HUT PPNI ke-43. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Tenaga keperawatan profesional didorong kreatif memilih peluang kerja mandiri, satu diantaranya homecare. Lapangan kerja ini dinilai lebih menjanjikan dibanding bekerja penuh waktu di klinik atau rumah sakit.

“Organisasi profesi belum bisa sepenuhnya memperjuangkan kesejahteraan perawat. Sebenarnya banyak sekali peluang jika mau memanfaatkannya. Terutama perawat bersertifikat kemampuan, dapat mengambil homecare,” kata Warsono, Ketua Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pertimbangan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Karanganyar.

Penghasilan menjanjikan perawat homecare dihitung berdasarkan curahan pelayanan ke pasien tertentu. Ini berbeda dari perawat umum yang bertugas melayani rata-rata banyak pasien. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo mengatakan, seluruh puskesmas di Bumi Intanpari sudah memulai homecare sejak beberapa tahun lalu. Tetapi, belum maksimal karena kendala kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Fasilitas homecare tersedia di puskesmas. Tinggal memenuhi SDM perawatnya. Sayangnya, belum banyak terpenuhi,” katanya.  

Adapun jenis perawatan homecare misalnya pasien berpenyakit wabah, tuberculosis, kanker, lumpuh dan sebagainya. Cucuk meminta PPNI menyemangati anggotanya menjawab tantangan itu. Kata Cucuk, modal utama berupa pekerjaan profesi sudah dimiliki perawat.

“Jangan hanya menuntut pemerintah memperhatikan kesejahteraan. Tapi perawat harus mau meningkatkan kompetensi agar mampu berdaya saing. Yang paling menentukan tingkat kepuasan user-nya,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono membuka kesempatan kerja di luar negeri bagi perawat. Ia siap memfasilitasi peluang berkarir di luar negeri.

“Bekerja di luar negeri lebih menjanjikan. Gajinya per perawat sampai Rp 25 juta, Monggo, kami akan memfasilitasi,” jelas orang nomor 1 di Pemkab Karanganyar ini. (R-10)

 

Tulis Komentar Anda