Bulog Gandeng TNI 'Berburu' Beras Petani

Petugas Bulog dan anggota Kodim 0724/Boyolali saat melakukan pengecekan dan penyerapan gabah oleh Bulog di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono. (Foto: Galih P)

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Perum Bulog Sub-Divre Surakarta mulai melakukan penyerapan gabah dari petani. Bulog berkomitmen untuk tetap menyerap gabah di luar kualitas yang ditetapkan menyusul cuaca sekarang ini yang mempengaruhi kualitas panen petani.

Kepala Bulog Sub Divre Surakarta, Titov Agus Savilia, Senin (20/3) menjelaskan, untuk tahun ini, target penyerapan beras tahun ini yang dibebankan di wilayah eks-Surakarta yakni  sebanyak 210 ribu ton setara gabah atau sebanyak 105 ribu ton setara beras.  Hingga saat ini, serapan gabah dari petani sudah mencapai 13,5 ribu ton setara beras dari target serapan bulan maret sejumlah 17 ribu ton setara beras. Kabupaten Sragen menjadi penyuplai tertinggi dengan menyumbang 24 persen dari target. Sementara untuk wilayah Boyolali sebanyak 10 persen saja.

“Untuk penyerapan bulan ini kami optimis mencapai target. Dengan 10 hari tersisa, bila tiap hari mampu menyerap 700 ton, maka akhir bulan serapan bisa mencapai 20 ribu ton,” terangnya.

Menimbang kondisi cuaca belakangan ini dengan curah hujan tinggi yang kurang mendukung kualitas panenan petani, pihaknya tetap berkomitmen untuk membeli serapan gabah di luar kualitas Bulog sesuai ketetapan pemerintah. Standar gabah yang diserap yakni Kadar Air (KA) maksimal 25 persen dengan hampa kotoran sebanyak 10 persen. Namun bulog masih tetap membeli gabah di luar kualitas dengan ambang batas KA maksimal 30 persen  dengan hampa kotoran sebanyak 10 persen.

“Salah satu yang menyulitkan kami menyerap gabah adalah pembelian pola tebas oleh tengkulak. Timn kami terus berkeliling untuk mengawal agar harga beras tak jatuh,” tambahnya.

Kasdim 0724/Boyolali, Mayor Inf Kuncoro Dewo, dalam kegiatan penyerapan gabah di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono menjelaskan, pihaknya melalui Tim Serapan Gabah Petani (Sergap) menjembatani penyerapan gabah antara petani di wilayah Boyolali dan Bulog, antara lain dengan melakukan pendataan wilayah pertanian  yang melakukan panen sehingga bisa diserap Bulog.

“Saat ini sampel gabah hasil panen dari berbagai wilayah di Boyolali sedang diperiksa untuk diketahui kadar dan kualitas panennya. Kita terus berkoordinasi dengan petani dan Bulog dalam upaya mencapai dan menjaga ketahanan pangan di masyarakat,” kata Kuncoro.  (R-11)

 

Tulis Komentar Anda