Jelang Penyerahan Kunci, 94 Pedagang Belum Lengkapi Syarat

Ilustrasi. (Foto: Doc)

SOLO, KRJOGJA.com - Dua pekan menjelang pembagian kios Pasar Klewer akhir bulan ini, sedikitnya 94 pedagang belum melengkapi syarat administrasi yang ditetapkan. Jika hingga batas akhir, mereka tak juga bisa melengkapi dokumen yang diperlukan, seperti Surat hak Penempatan (SHP), Nomor Paokok Wajib Pajak (NPWP), pernyataan membayar retribusi secara elektonik, kesediaan melunasi tunggakan retribusi, dan sebagainya, kemungkinan besar, penyerahan kunci kios akan ditunda.

Menjawab wartawan, di Balaikota, Senin (20/3/2017), Kepala Dinas Perdagangan, Subagyo, mengungkapkan, dari total 1.523 pedagang yang berhak menempati Pasar Klewer, sebagian besar memang sudah menyerahkan pesyaratan sebagaimana ditetapkan. Mereka yang belum melengkapi persyaratan, pada umumnya masih mengurus proses balik nama SHP, karena pemilik lama telah meninggal dunia, atau juga tengah mengajukan penggantian SHP lama yang hilang atau ikut terbakar.

Diperkirakan hingga akhir pekan ini, seluruh pedagang sudah menyerahkan dokumen persyaratan, sebab satu pekan menjelang pembagian kunci, pihaknya menjadwalkan pertemuan dengan pedagang. Secara prinsip, tambahnya, sudah tak ada lagi persoalan proses pembagian kios pedagang yang saat ini masih berada di pasar darurat Alun-alun Utara (Alut). Dari beberapa kali pertemuan, sudah diperoleh kesepakatan-kesepakatan, termasuk  berkas persyaratan penyerahan kunci.

Karenanya, dia meminta pedagang segera melengkapi kekurangan dokumen persyaratan, agar nantinya tak terkena sanksi penundaan penyerahan kunci yang bakal merugikan pedgang itu sendiri. Terlebih, sebagian besar pedagang berkeinginan segera dapat menempati pasar baru setelah dua tahun berada di pasar darurat akibat pusat bursa sandang terbesar di Jawa Tengah (Jateng) ini dilalap jago merah pada akhir 2014 silam.

Diproyeksikan, penempatan pedagang di Pasar Klewer sebelum bulan puasa yang selama ini menjadi masa panen raya kalangan pedagang, sambil menunggu proses persiapan persemian yang rencananya akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Kami upayakan, awal April nanti pedagang sudah bisa menempati kios atau los masing-masing, sehingg masih tersedia waktu longgar menjalani masa transisi hingga bulan Puasa dan Lebaran," ujar Subagyo.(Hut)

Tulis Komentar Anda