Awal 2017, Kasus DB Di Kota Yogyakarta Melonjak

Istimewa

SLEMAN, KRJOGJA.com - Peneliti Utama Eliminate Dengue Project (EDP)  Prof Adi Utarini mencatat sepanjang Januari 2017  ada 95 kasus demam berdarah yang terjadi dan jumlah tersebut ternyata mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yakni 89 kasus. 

"Kami rasa sudah waktunya dilakukan penyebaran yang lebih luas tentunya dengan harapan bisa menekan kasus demam berdarah yang ternyata mengalami peningkatan," lanjutnya. 

Kabid Sumber Daya Dinas Kesehatan DIY Elfi Effendi mengungkapkan di wilayah DIY terjadi peningkatan kasus demam berdarah pada periode 2016 lalu dengan jumlah kasus hingga 6000. "Jumlah ini mengalami kenaikan 2000 kasus dibanding 2015 lalu, ini memang fluktiatif tetapi catatannya angka kematian mengalami penurunan," ungkapnya. 

Dinas Kesehatan DIY, kata Elfi berharap penelitian Wolbachia mampu menekan penyakit demam berdarah meskipun disadari betul peran masyarakat secara luas sangat diperlukan. 

"Pemda mendukung karena memang kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta masih masuk kategori mengkhawatirkan, kami berharap peran serta seluruh elemen masyarakat untuk memberantas penyebab-penyebab demam berdarah," tegasnya. 

Sebelumnya, Peneliti Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta kembali melepas bakteri Wolbachia melalui ember berisi telur nyamuk Aedes-aegypti di 12 wilayah Kota Yogyakarta di Maret 2017. Pelepasan tersebut sebagai tindaklanjut menekan kasus demam berdarah khususnya di wilayah Kota Yogyakarta yang mengalami kenaikan.  (Fxh)

 

 

Tulis Komentar Anda