Tarif Parkir 'Nuthuk' Rusak Citra Yogya

Minimnya kantong parkir mengakibatkan pemilik mobil parkir di bahu jalan (Yudho)

YOGYA, KRJOGJA.com - Selain terbatasnya areal parkir, seringnya terjadi pelanggaran tarif dengan biaya sangat tinggi di luar kewajaran alias nuthuk, merupakan permasalahan perparkiran yang seringkali muncul di Kota Yogyakarta. Warga seringkali menumpahkan kekesalannya di media cetak maupun media sosial karena tarif pakir yang tidak wajar, hingga mencapai puluhan ribu rupiah.

Keluhan tarif parkir yang selalu terjadi setiap tahun ini juga menjadi persoalan serius bagi aparatur pemerintah. Selain mengintensifkan tindakan represif, dari sisi regulasi kini juga tengah dibahas
revisi Perda Parkir. Salah satu kajian utamanya usulan penambahan zona kawasan parkir. Revisi Perda Parkir itu pun dijadikan prioritas pembahasan di DPRD Kota Yogya. Proses pembahasannya sudah memasuki tahapan pandangan tiap-tiap fraksi dan akan dilanjutkan kajian di internal Panitia Khusus (Pansus). 

"Setiap keluhan maupun laporan dari pengguna jasa, langsung kami tindaklanjuti. Penertiban tetap jalan, kemudian regulasinya juga kami perbarui,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogya Wirawan Haryo Yudo.

Diakuinya, hal paling mendasar dalam revisi Perda Parkir kali ini menyangkut zona kawasan parkir. Terutama penambahan zona kawasan dari sebelumnya dua zona menjadi tiga zona. Masing-masing Zona Kawasan I untuk Area Wisata, Zona Kawasan II untuk Area Komersil, dan Zona Kawasan III untuk Area Nonkomersil.

Penambahan kawasan parkir tersebut ditujukan untuk mengakomodasi perkembangan yang ada di Kota Yogya. Zona baru yang ditambahkan ialah kawasan wisata. Dengan begitu, kelak ada kepastian tarif bagi masyarakat yang hendak parkir di kawasan tersebut. (Dhi/Ira/M-10)

Tulis Komentar Anda