Melasti, Sarana Membersihkan Diri Dari Sifat Buruk

Umat Hindu Karanganyar menunaikan ritual melasti di Telaga Madirda. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Ratusan umat Hindu Kabupaten Karanganyar menggelar upacara Melasti di Telaga Madirda, Desa Berjo, Ngargoyoso, Minggu (19/3). Upacara ini bermaksud menyucikannya menjelang pelaksanaan catur brata puncak Hari Raya Nyepi pada 28 Maret mendatang.

Sejak pagi, umat Hindu dari berbagai usia memenuhi lokasi sembahyang yang berada di tepi telaga sambil membawa sesaji makanan seperti buah-buahan, sayur dan hasil bumi lainnya. Sebelum upacara dimulai, para pemangku menyucikan lokasi itu dengan memercikkan air ke tempat upacara melasti mulai perlengkapan sembahyang, ornamen, sesajen di meja persembahan dan sumber mata air yang dipercaya asal tirta amerta.

Tiba upacara dimulai, ratusan umat Hindu duduk bersila menghadap timur di telaga yang terletak di lereng Gunung Lawu ini. Lantunan kidung doa dan suara lonceng menghanyutkan umat dalam nuansa khusyuk. Para pemuka dan sesepuh melanjutkan penyucian dengan memercikkan air suci serta beberapa butir beras ke kepala jemaat. Sesajen dari umat kemudian dilarung ke telaga sebagai bentuk pengembalian keseimbangan. Dikatakan, segala sesuatu yang diambil dari alam semesta mulai air, tanah dan sinar surya sudah sepantasnya kembali ke asal.

“Kami berdoa kepada Sang Hyang Widi agar disucikan saat melaksanakan catur brata penyepian nanti. Upacara melasti sendiri merupakan sarana penyucian,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Karanganyar, Widadi Nur Widioko kepada wartawan.

Penyucian diri dari keburukan batin manusia dimaknai lewat pembersihan dengan air kehidupan atau tirta amerta dari danau, laut atau telaga. Melalui pembersihan ini, umat akan siap menjalani perayaan Nyepi tanpa rasa iri, sombong, tamak dan sebagainya.

“Sebagaimana arti melasti dalam Hindu, dari kata Male atau kekotoran dan letah artinya diri manusia. Upacara ini membersihkan hati kotor manusia,” katanya.

Setelah upacara melasti, beberapa hari setelahnya akan digelar ritual Tawur Agung di Pura Tunggal Ika dan Pura Pamacekan di Dukuh Pasekan, Desa Keprabon, Karangpandan oleh umat Hindu Karanganyar. (R-10)  

 

 

 

 

Tulis Komentar Anda