Angkat Musik Keroncong, Indra Utami Tamsir Terima Penghargaan

Indra Utami Tamsir (kanan) menerima penghargaan dari Congrock 17 Semarang. (Foto: Chandra)

INDRA UTAMI TAMSIR setahun belakangan ini namanya begitu akrab ditelinga para pecinta dan penikmat tembang Keroncong dan Langgam. Perempuan asal Blora yang besar dan berkembang di Jakarta ini namanya justru berkibar di belantika musik Indonesia mengangkat genre keroncong dan langgam Jawa.

Publik barangkali tahu nama Indra Utami Tamsir melalui Roadshow Konser Keroncong yang digelarnya secara estafet di 9 Kota, diantaranya Semarang, Solo dan Yogyakarta. Namun sebenarnya jauh sebelum terjun di Keroncong, Indra lebih dulu melanglang di dunia musik pop tembang kenangan dari panggung ke panggung maupun rekaman untuk kalangan terbatas.

Kirahnya di dunia panggung keroncong dan langgam justru diacungi jempol oleh publik musik. Sebab di tengah gerusan genre pop dan musik-musik manca, justru Indra Utami Tamsir menguatkan kembali semangat para seniman dan musisi keroncong. Indra mampu menuntukkan tampilan keroncong yang dikemas sangat menarik dengan menghadirkan tampilan musik yang diaransemen kekinian namun tidak meninggalkan pakem. Selain itu penampilan yang menunjukkan jatidiri wanita Indonesia dengan kebaya masih dipertahankan dengan didesign seapik mungkin. Sisi tampilan panggung ditata unik dengan lighting dan permainan warna panggung. Semua ini sengaja dibuatnya hanya untuk menyuguhkan seni pertunjukan yang terlihat spektakuler sehingga menarik untuk ditonton.

"Saya sengaja menampilkan keroncong sebaik mungkin demi mengangkat kembali seni musik keroncong agar diminati banyak orang dan menarik perhatian dunia. Saya ingin menepis bahwa keroncong milik kaum tua atau sepuh. Jerih payah saya mengangkat agar keroncong diminati kaum muda", ungkap Indra Utami Tamsir, Sabtu (18/3/2017) malam sebelum tampil dalam ulang tahun Congrock ke-34 di halaman Balaikota Semarang.

Atas upaya dan perjuangannya mengangkat musik keroncong, Indra Utami Tamsir menerima penghargaan tertinggi sebagai Pelestari Keroncong dari Grup Congrock 17 Semarang. Penghargaan diserahkan Koordinator Congrock 17 Yanto didampingi Vokalis Marco Marnadi kepada Indra Utami Tamsir. Penghargaan juga diberikan kepada Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Agus Kriswanto sebagai Perwira Tinggi TNI AD yang dinilai Congrock 17 memiliki kepedulian dan mensupport pelestarian dan pengembangan keroncong di Bandung dan sekitarnya.

Kepada Kedaulatan Rakyat, Indra Utami Tamsir mengatakan akan terus memperjuangkan agar keroncong masuk kurikulum pendidikan dasar hingga menengah atas. "Saya menilai keroncong adalah seni musik yang erat kaitannya untuk membentuk karakter. Langkah awal saya adalah menyelenggarakan Keroncong Idol bagi anak-anak dan remaja di tiap-tiap Kota Provinsi seluruh Indonesia. Saya akan melakukan pendekatan dengan Kementrian Pendidikan dan Kepemudaan, barangkali ini bisa disupport. Kalau pun tidak ada support maka saya akan berupaya sendiri untuk memperjuangkan seni budaya keroncong di kalangan generasi muda", ungkap Indra Utami Tamsir.

Pribadi yang tampil cantik dan menarik ini juga berpesan kepada generasi muda agar tidak perlu malu untu belajat menyanyi keroncong. "Remaja yang bisa menyanyi keroncong menurut saya merupakan remaja yang memiliki keunggulan, karena dia sangat mencintai budaya bangsanya. Dia juga bagian dari remaja yang memiliki kelebihan dibanding remaja lainnya", tegas Indra Utami Tamsir. (Cha)

 

Tulis Komentar Anda