Longsor di Selopamioro, 1 Rumah Rusak

Warga membersihkan material longsor di Lanteng II Selopamioro, Imogiri. Foto: Sukro Riyadi

BANTUL (KRJogja.com) - Hujan deras Sabtu (18/3) malam  menimbulkan petaka longsor disejumlah titik di Bantul.  Longsor terjadi di zona merah yang sejak awal punya risiko tinggi.  Seperti di Pedukuhan Kajor Kulon dan Lanteng II Desa Selopamioro Imogiri Bantul. Meski  tidak ada korban jiwa, peristiwa itu menyebabkan rumah warga rusak dan kambing ternak tertimbun.

Setelah kejadian warga khawatir bakal terjadi longsor susulan. Sementara puluhan warga Lanteng II Selopamioro Imogiri bergerak cepat membersihkan material tanah bercampur batu Minggu (19/3) pagi.  Dengan alat seadanya dan mesin diesel untuk menyemprotkan air, warga mengeruk lumpur bercampur bebatuan di rumah Tukarno.

Saksi Sugeng warga setempat mengatakan, longsor  terjadi Sabtu (18/3) sekitar pukul 20.00, mengenai teras rumahnya. Selain itu, musibah itu juga menimpa kandang milik Harli disamping rumah Tukarno. Sementara enam ekor kambing di dalam kandang selamatkan setelah berhasil diangkat dari timbunan tanah.

Dijelaskan, sebelum longsor menerjang, sejak Sabtu sore hujan turun sangat deras. “Hujan deras sore, saya kaget ketika mendengar suara gemuruh. Setelah dilihat kandang kambing ambruk,” ujarnya. Banyaknya material longsoran membuat warga kesulitan melakukan pembersihan. Meski sudah disemprot dengan dua mesin diesel, hingga Minggu siang material yang bisa dibersihkan belum mencapai separuhnya.

Sementara, longsor di Kajor Kulon menyebabkan kamar mandi, dapur sekaligus perabotan milik Dalijan rusak, longsor terjadi, Sabtu malam.  Mujiono mengatakan, beberapa saat sebelum kejadian terdengar suara gemuruh batu jatuh dari tebing. Saksi mengira hanya rontokan batu biasa, ternyata  batu besar hingga membuat tembok jebol.

Setelah kejadian, keluarga Mujiono tidak berani tidur di dalam rumah.  Kawasan itu masuk zona merah yang ditetapkan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. (Roy)

Tulis Komentar Anda