Investor Pasar Modal RI Hanya 0,39 Persen

ilustrasi (Okezone.com)

JAKARTA, KRJOGJA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan jumlah investor ritel di pasar modal. Tercatat saat ini jumlah investor ritel sudah mencapai 1 juta, meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir dari hanya 400.000. 

"Dari 400.000 sekarang menjadi 1 juta dalam waktu dua tahun itu capaian luar biasa,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida saat sambutan acara J-Club Expo 2017 di Jakarta.

Dia melanjutkan, meskipun capaian secara pertumbuhan besar, jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dan Singapura, persentase investor Indonesia hanya 0,39% dari jumlah penduduk yang sebanyak 258 juta jiwa. 

"Negara lain bisa mencapai 20% atau 30%. Makanya Indonesia perlu meningkatkan jumlah investor secara signifikan dan secara masif. Apa yang harus dilakukan? Makanya kita lakukan terobosan,” tegasnya. 

Menurut dia, penyebab masih rendahnya jumlah investor di Indonesia adalah kurangnya literasi atau pengetahuan masyarakat tentang pasar modal. Pada tahun 2013, kata Nurhaida, masyarakat yang sudah mengenal pasar modal sebanyak 3,8%, tetapi yang memanfaatkannya baru 0,1%. 
Sementara itu pada 2016, jumlahnya meningkat % menjadi 4,4%, tetapi yang memanfaatkannya juga baru 1,25%. (*)

Tulis Komentar Anda