Dikejar, Tunggakan Pajak Reklame Rp 953 Juta

Ilustrasi (Dok)

YOGYA, KRJOGJA.com(KR) - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogya berkomitmen untuk mengejar tunggakan pajak reklame sebesar Rp 953 juta yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tunggakan itu juga menjadi salah satu penyebab target pajak reklame 2016 tidak tercapai.


Dari total target pendapatan pajak reklame sebesar Rp 5,6 miliar, realisasi
hingga akhir tahun kemarin hanya 64,6 persen atau Rp 3,6 miliar. “Semua data yang belum tertagih sudah kami miliki. Termasuk rekomendasi dari BPK RI yang akan terus kami tagih ke wajib pajak,” terang Kepala BPKAD Kota Yogya Kadri
Renggono, Sabtu (18/3).

Khusus yang menjadi temuan BPK, menurut Kadri tersebar di 13 titik dengan
delapan wajib pajak. Enam penyelenggara di antaranya bahkan sudah menyatakan kesediaan untuk melunasi kurang bayar atau tunggakan. Bahkan dua penyelenggara sudah menyetorkan ke kas daerah dengan total sekitar Rp 350 juta.

Kadri menjelaskan, pihaknya memang sempat tidak memungut pajak di
13 titik reklame yang menjadi temuan BPK itu. Pasalnya, terjadi masa transisi
regulasi penyelenggaraan reklame yang baru yaitu Perda 2/2015. Dalam
aturan tersebut, disyaratkan setiap reklame berukuran besar atau di atas
24 meter persegi wajib mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) konstruksi
reklame dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan.  Sedangkan
aturan yang lama, penyelenggara reklame tak perlu mengantongi IMB. (Dhi)

 

Tulis Komentar Anda