Smartphone Tekan Angka Konsumsi Narkoba

AMERIKA, KRJOGJA.com - Penelitian di Amerika menyebutkan, akhir-akhir ini konsumsi narkoba di kalangan remaja menurun. Angka penurunan itu diduga dari berbagai hal, mulai dari pemutusan rantai konsumsi rokok di kalangan remaja, sosialisasi dan kempanya anti narkoba, hingga adanya lapangan kerja dan ruang publik yang baik.

Dari berbagai spekulasi itu, ada dugaan bahwa penggunaan narkoba menurun karena penggunaan smartphone yang tinggi di kalangan remaja. Direktur Institut Penanganan Penyalahgunaan Narkoba Dr. Nora Volkow berencana melakukan penelitian lebih jauh tentang kemungkinan smartphone sebagai salah penyebab turunnya konsumsi narkoba di kalangan remaja.

Data penelitian tahunan Pemerintah Amerika yang dirilis dengan judul ‘Memantau Masa Depan’ menyebut, konsumsi narkoba di kalangan remaja menurun sejak 40 tahun terakhir. Peneliti di lapangan menggali apa alasan yang dapat menggambarkan angka tersebut.

Salah satu hasil yang diungkapkan adalah penggunaan telefon pintar yang meningkat membantu penurunan konsumsi narkoba. Nora Volkow menyebut bahwa media interaktif sebagai salah satu penyebab  menurunnya penggunaan narkoba. Ia menambahkan, “Remaja benar-benar seperti mabuk saat bermain media interaktif tersebut.”

Dr. Silvia Martins, ahli dari Columbia University telah lebih dulu meneliti bagaimana hubungan antara internet dan narkoba di kalangan remaja. Penelitiannya tersebut dikenal sebagai “highly plausible” atau diterjemahkan bebas sebagai mabuk yang sangat masuk akal.

“Bermain video games, menggunakan media sosial, memenuhi kebutuhan mencari senasi, mereka butuh kegiatan alternatif (selain mengkonsumsi narkoba),” papar Dr. Martins.

Namun, teori tersebut medapatkan perlawanan dengan data yang sama-sama ditunjukkan. Misalnya pernyatan dari Dr. Sion Kim Harris, asisten direktur dari Lembaga Penelitian Penangangan Narkoba di Rumah Sakit Anak Boston.

Dr. Harris mengatakan bahwa teknologi tidak mungkin menjadi penyebab penrunan konsumsi narkoba di kalangan remaja. Menurutnya, kampenye pencegahan bahaya narkoba dan pendidikan yang baik lebih berpengaruh. Dr. Joseph Lee mengatakan hal senada bahwa konsumsi narkoba menurun karena gambaran mengenai dampak mematikan dari narkoba telah dipengaruhi lebih banyak orang dan komunitas-komunitas. (*)

Tulis Komentar Anda