Sekolah Dilarang Pungut Iuran Penyelenggaraan USBN

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kepala sekolah dan guru dilarang memungut iuran hanya untuk pengadaan komputer atau kegiatan akademik lain untuk menyambut USBN. Pasalnya, pemerintah tak mewajibkan semua sekolah untuk menyelenggarakan USBN berbasis komputer.

Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam menegaskan, sekolah yang tak memiliki komputer lebih baik mengikuti USBN dengan berbasis kertas pensil. "Kami tegaskan pelaksanaan UN gratis, baik UNKP maupun UNBK. Sekolah yang belum siap UNBK jangan memaksakan diri, apalagi sampai membeli komputer baru yang ujungnya memungut dari orang tua siswa," ujar Nizam di Kantor Kemendikbud.

Ia menuturkan, sekolah yang tak memadai secara infrastruktur, diarahkan oleh dinas pendidikan setempat untuk menginduk ke sokolah lain yang siap. Kendati demikian, sekolah yang ditunjuk untuk meminjamkan fasilitasnya kepada sekolah lain juga dilarang memungut iuran.

Khusus untuk siswa yang memakai komputer jinjing, sekolah harus memastikan tak terjadi kecurangan. Data komputer harus dibersihkan terlebih dahulu. "Mulai hari ini laptop pinjaman itu harus dikarantina. Disimpan di sekolah dan akan dicek oleh petugas. Saya berharap, guru bisa menjamin tak ada lagi bentuk kecurangan dengan cara apapun," ujarnya. (*)

Tulis Komentar Anda