Kejahatan Siber Ancaman Serius Bangsa

Ilustrasi. (Foto: Doc)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Menkopolhukam Wiranto mengatakan, pembentukan Badan Cyber Nasional (BCN) menjadi landasan payung bagi kegiatan siber secara nasional. Sebab, kejahatan siber saat ini sudah memasuki lintas antarnegara dan menjadi ancaman serius bagi bangsa serta keamanan nasional. Hal ini jelas harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, seiring pesatnya kecanggihan teknologi.

Wiranto mengemukakan hal itu saat menjadi keynote speaker Kuliah Umum bertema 'Politik Internasional dan Radikalisme Sektarian Agama; Dampaknya Terhadap Progesivitas Kebhinekaan' di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Jumat (17/3/2017).

Acara yang digagas Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) itu menghadirkan pembicara anggota MPR Hidayat Nur Wahid dan dibuka Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD.
Untuk menghadapi ancaman siber, saat ini di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah terdapat Cyber Defence, Badan Intelijen Negara memiliki Cyber Intelligence dan Kepolisian memiliki Cyber Security.

"Mereka tetap jalan, tapi ini satu badan siber yang memayungi dan mengkoordinasikan itu semua," kata Wiranto, seraya menyebutkan, pemerintah melekatkan tugas dan fungsi badan siber nasional itu ke Lembaga Sandi Negara (LSN).

Menurut Wiranto, isu siber tak bisa ditangani sembarangan. Ia juga menekankan pemerintahan Joko Widodo juga gencar menyoroti permasalahan siber. Pembentukan BCN diharapkan bisa mengamankan lingkungan masyarakat modern yang didominasi pengguna internet.

Sedangkan Hidayat Nur Wahid mengatakan, kecanggihan teknologi memiliki dampak luas bagi kehidupan manusia, dari sisi positif maupun sisi negatif, termasuk terbukanya peluang untuk berbuat kejahatan lintas negara. Meski begitu, ia menegaskan, tindakan kekerasan dan radikalisme dengan mengatasnamakan agama sangat disayangkan. Apalagi, Islam juga meneguhkan diri sebagai agama yang rahmatanlil'alamin.

Untuk meminimalisir serbuan radikalisme dan kekerasan dalam masyarakat, menurut Hidayat Nur Wahid, diperlukan peningkatan pemahaman agama secara benar, selain peningkatan kesejahteraan rakyat. Sebagai Warga Negara Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika dengan Pancasila sebagai pondasi bangsa sudah selayaknya mengedepankan nilai-nilai tolerasni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(R-3)

 

Tulis Komentar Anda