Korupsi Jatimulyo, Penyidik Kesulitan Hadirkan Saksi Kunci

Ilustrasi

YOGYA (KRjogja.com) - Masyarakat Jatimulyo meminta kejelasan penanganan dugaan korupsi dana rekonstruksi (dakons) korban gempa bumi 2006 di Desa Jatimulyo Dlingo Bantul. Pasalnya hingga setahun lebih penanganan kasus tersebut tak kunjung selesai dan terkesan jalan ditempat.

“Untuk itulah kami sempat mendatangi polda dan meminta penyidik untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Karena hingga kini warga Jatimulyo merasa dirugikan dengan pemotongan dakons oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab,” ungkap salah satu warga, Safrudin Tamar kepada wartawan, Jumat (17/3).

Disebutkan, hingga kini masyarakat Jatimulyo menunggu kinerja penyidik untuk mengungkap para pelaku pemotongan dakons. Karena jangan sampai pihak-pihak yang telah memotong dakons yang menjadi hak rakyat kecil bebas berkeliaran dan menghirup udara bebas.

Dengan desakan tersebut, Panit I Subdit IV Pidkor Direskrimsus Polda DIY, AKP Budi Wahyudi menyatakan, pihaknya terus berusaha memproses kasus dugaan korupsi dakons di Jatimulyo Dlingo Bantul. Tetapi hingga kini penyidikan terpaksa terhenti dikarenakan penyidik kesulitan menghadirkan dan memeriksa saksi kunci Lilik Karnaen, mantan Konsultan Manajemen Kabupatan (KMK) dalam pembangunan rumah rusak pascagempa 2006.

“Saat ini penanganan kasus tak bisa diteruskan karena kami kesulitan untuk memeriksa Lilik. Karena dia yang telah menyerahkan uang lanmgsung ke Paimo. mantan Lurah Jatimulyo. Meski Paimo, mantan mengaku menerima uang Rp 80 juta dari Lilik tetapi kami tak bisa membuktikan status uang yang diberikan, apakah uang dari pemotongan dakons atau bukan,” ungkap AKP Budi Wahyudi menjelaskan.

Bahkan penyidik telah mencari Lilik ke tempat tinggalnya yang berada di wilayah Sleman hingga kini rumahnya dalam keadaan kosong. Untuk itu penanganan kasus tersebut untuk sementara waktu dihentikan. Karena penyidik berpendapat keterangan atau pengakuan mantan Lurah Jatimulyo tak cukup untuk menjeratnya tanpa didukung alat bukti lain.

Sementara mantan Lurah Jatimulyo, Paimo mengatakan, dirinya mengakui menerima uang Rp 80 juta dari Lilik Karnaen. Tetapi uang tersebut diakui telah dikembalikan ke negara melalui Kejari Bantul. Bahkan untuk mengembalikan uang tersebut ia mengaku meminjam uang dari bank.

“Dari kejaksaan mengatakan kalau uang dikembalikan saya tak akan diproses dan uang tersebut sudah saya kembalikan. Tetapi sekarang polda gantian memanggil dan memeriksa saya,” tegas Paimo. (Usa)

Tulis Komentar Anda