Fed Funds Rate Naik, Rupiah Bergerak Di Rp 13.300

Adrian Panggabean (Istimewa)

JAKARTA, KRJOGJA.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan menyentuh level Rp13.300-13.600 pascakenaikan Fed Funds Rate yang diikuti oleh turunnya yield dari US Treasury dan naiknya indeks komoditi. 

"Yang juga menarik, kenaikan Fed funds rate tadi malam ternyata diikuti Turunnya yield di US Treasury menyebabkan yield obligasi Indonesia menjadi relatif stabil pada kisaran 7,2 - 7,4%. Naiknya indeks komoditi, disisi lain, jelas menguntungkan ekspor Indonesia dan menguntungkan mata uang negara-negara penghasil komoditi (termasuk didalamnya Indonesia)," kata Kepala Ekonom PT Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean sebagaimana keterangan persnya.

Adrian memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran IDR 13.300 – 13.600. Sedangkan Yield obligasi 10-tahun juga akan tetap berada di rentang 7,3 – 7,6% dengan kemungkinan turun kearah 7,1% bila pada bulan Mei 2017 Indonesia dianugerahi dengan investment grade rating oleh S&P.   


Terkait angka neraca perdagangan bulan Februari 2017, menurut Adrian surplus neraca perdagangan walaupun angkanya turun dibanding bulan Januari, secara umum masih menunjukkan bahwa ekspor neto masih akan berperan terhadap stabilitas neraca pembayaran, terhadap stabilitas rupiah, dan pertumbuhan ekonomi di 2017.  "Sebagai bagian dari asumsi pertumbuhan PDB di 2017 yang kami perkirakan akan mencapai angka 5,1%, saya memperkirakan total surplus neraca perdagangan di 2017 akan mencapai USD7,5 miliar." 

Adrian menambahkan selama dua bulan pertama di 2017 angka surplus neraca perdagangan sudah mencapai lebih dari USD 2,5 miliar atau  lebih tinggi dari ekspektasi. Harus diakui, dengan melihat running-rate ekspor bulanan selama 5 bulan terakhir nampaknya kondisi eksternal memang masih belum mencapai tingkat dimana kita bisa berharap adanya pertumbuhan ekspor yang jauh lebih tinggi. 

"Secara umum, paling tidak dilihat dari konteks pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kurs rupiah, saya menilai positif angka neraca perdagangan bulan Februari tersebut," tandasnya. (*)

Tulis Komentar Anda