Orangtua Beri Sepeda Motor Kepada Remaja Picu Aksi Klitih

Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dhofiri saat berbicara di DPRD DIY. (Foto : FX Harminanto)

YOGYA, KRJOGJA.com - Puluhan kasus kekerasan dengan pelaku remaja terjadi di wilayah Yogyakarta selama beberapa waktu terakhir hingga menyebabkan hilangnya nyawa. Menurut Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dhofiri, ada tiga pemicu tindak kekerasan di kalangan remaja, diantaranya fasilitas motor yang diberikan orangtua sebelum usianya, kebiasaan nongkrong dan senjata tajam.

"Kami petakan memang pemicunya di sana, mereka bawa motor meskipun belum cukup umur kemudian nongkrong dan akhirnya membawa senjata dengan berbagai alasan. Ini perlu penanganan bersama," ungkap Ahmad Dhofiri saat berbicara di DPRD DIY, Kamis (16/03/2017).

Kapolda mengungkap pihaknya bisa saja langsung menindak dengan memberlakukan sanksi tilang pada anak di bawah umur yang menggunakan kendaraan bermotor, namun peran orangtua dirasa begitu penting untuk memastikan anak-anaknya menaati peraturan. "Pelaku terakhir kemarin, 5 orang pelajar, ada 4 SMP dan 1 SMA. Mereka orangtuanya sudah berpisah sehingga kurang pengawasan cukup dari orangtua, sekali lagi kami minta orangtua untuk berperan," lanjutnya.

Selain itu, peran serta sekolah dalam memetakan siswanya yang kerap mengalami permasalahan juga dibutuhkan. Menurut Kapolda harus ada pola asuh dari sekolah dengan lebih mengedepankan pendekatan persuasif.

"Anak yang berkasus ini, dikeluarkan dan pindah ke sekolah lain toh ternyata semakin nakal, bukan solusi mengeluarkan yang bermasalah, jadi memang sekolah wajib menerapkan pola  lebih telaten pada anak-anak ini," imbuhnya lagi.

Kapolda pun meminta semua pihak untuk tidak membesarkan persoalan klitih yang dinilai menjadikan sebuah ‘panic attack’ yang dijadikan alasan anak-anak remaja membawa senjata saat berada di luar rumah. "Ada panic attack karena remaja yang kumpul mengatakan bahwa mereka bawa senjata sama seperti yang lainnya. Mereka bilang untuk jaga-jaga dan mengaku semua pelajar begitu, sudah kasus klitih ini kita urai bersama jangan menjadi dibesarkan seolah DIY tidak aman," pungkasnya. (Fxh)

Tulis Komentar Anda