Proyek Pembangkit Listrik Sampah Butuh Lahan 2 Ha

FX hadi Rudaytmo bersama tim dari PT Solo Citra Metro Plasma Power meninjau lokasi PLTSa (Hari D Utomo)

SOLO, KRJOGJA.com - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, kekurangan lahan, sekitar 140 ribu ton sampah terpaksa direlokasi. Semula, lahan yang diperlukan untuk membangun instalasi PLTSa hanya sekitar 1,8 hektar, namun belakangan melebar menjadi minimal 2 hektar. Padahal, hampir seluruh lahan di sekitar lokasi PLTSa, berupa timbunan sampah lama.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Kamis (16/03/2017) mengungkapkan, lahan tambahan yang saat ini dipenuhi timbunan sampah menggunung, memang tidak mungkin begitu saja didirikan konstruksi PLTSa. Timbunan sampah itu harus dipindahkan ke lokasi lain, dan itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Solo.

Sesuai dengan perjanjian kerjasama dengan PT Solo Citra Metro Plasma Power sebagai investor proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik itu, Pemkot Solo berkewajiban menyediakan lahan untuk konstruksi PLTSa, selain bahan baku berupa sampah. Hanya saja, sejauh ini, Pemkot Solo belum mengalokasikan anggaran pemindahan 140 ribu ton sampah tersebut, sebab selama ini lahan yang dibutuhkan hanya sekitar 1,8 hektar. (Hut)

Tulis Komentar Anda