Watu Gilang, Jejak Singgasana Panembahan Senopati

Situs Watu Gilang Kotagede. Foto: Surya Adi Lesmana

SITUS Watu Gilang menjadi jejak kejayaan Kerajaan Mataram yang kini tertinggal di Kotagede Yogyakarta. Pada era kepemimpinan Panembahan Senopati, Watu Gilang merupakan tempat duduk atau singgasana sang raja saat memerintah Kerajaan Mataram. Watu Gilang ini berbentuk persegi berbahan batu adesit berukuran 2 x 2 meter dengan tinggi 30

Pada bagian atas batu terdapat ukiran tulisan yang sekarang telah susah terbaca karena mulai rusak. Dari berbagai sumber disebutkan Panembahan Senopati mendapatkan batu ini di hutan Lipuro yang kini dikenal sebagai daerah Bambanglipuro Bantul.

Keberadaan situs tersebut, saat ini terlindungi oleh satu bangunan sederhana. Lahan yang ditempati ruangan berukuran 3 x 3 meter ini dulunya merupakan pelataran Kraton. Letak bangunannya berada di tengah permukiman penduduk dengan dikelilingi pohon beringin ukuran besar serta pohon mentaok. Untuk bisa masuk ke dalamnya, masyarakat bisa menghubungi juru kunci yang berada di Kompleks Makam Hastorenggo, tak jauh dari Situs Watu Gilang.

Bagi para wisatawan, tempat ini bisa jadi salah satu tujuan bila sedang 'blusukan' ke lorong-lorong bersejarah Kotagede. Lokasinya yang mudah dijangkau dan tanpa pungutan biaya, menjadikan situs ini sebagai bagian objek wisata bersejarah yang murah meriah bagi masyarakat. (Sal)

 

 

Tulis Komentar Anda