WOHD 2017 : Kolaborasi Cerdas Meningkatkan Kesgilut

Sosialisasi tentang kesehatan gigi dan mulut (Dok : PSMKGI)

BERBEDA dengan tema kampanye sebelumnya Healthy Teeth for a Healthy Life (2013), Celebrating Healthy Smiles (2014), Smile for Life! (2015), dan Healthy  mouth. Health body (2016), peringatan WOHD 2017 mengusung tema yang lebih segar, yaitu 'Live Mouth Smart'. Acara ini diselenggarakan oleh Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI) UGM, Minggu (12/03) di Loop Station Telkomsel di KM 0, Yogyakarta.

Acara dilangsungkan mulai pukul 06.00. Acara terdiri dari edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, serta memgampanyekan tema WOHD tahun ini yakni 'Live Mouth Smart'. Selain edukasi ada pula penampilan akustik, photobooth, serta games bagi anak-anak.

Tema yang diusung tahun ini mengandung arti ajakan kepada semua orang untuk membuat keputusan cerdas terkait kesehatan gigi dan mulutnya. Keputusan cerdas yang dimaksud bagi masyarakat yaitu untuk mengadopsi kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan mulut, menghindari faktor resiko, dan melakukan pemeriksaan gigi secara teratur .

Kondisi kesehatan mulut masyarakat dunia masih menjadi sorotan. Minimnya kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut berdampak pada tingginya kasus-kasus penyakit gigi dan mulut.

Hal ini terlihat dari data FDI (2015), bahwa 3,9 juta masyarakat dunia pernah mengalami penyakit mulut. Jika kita melihat data dari WHO (2012), 15-20% orang dewasa menderita penyakit periodontal yang parah.

Panitia WOHD Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI) UGM

Sedangkan pada anak-anak, kesehatan mulut terutama karies diderita 60-90% anak usia sekolah. Bahkan karies berada di peringkat satu dengan prevalensi tertinggi dibanding 291 penyakit mulut lainnya, yakni diderita hampir  setengah  penduduk dunia (44%).

Di Indonesia sendiri kasus penyakit gigi dan mulut mengalami kenaikan. Mengutip Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2013, sebanyak 26% masyarakat Indonesia meniliki masalah gigi dan mulut. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2007 yang berjumlah 23%. Sayangnya, dari seluruh kasus penyakit gigi dan mulut tersebut hanya 31% yang menerima perawatan.

Kesadaran yang rendah akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut tentu akan menimbulkan kerugian terutama bagi diri sendiri. Menurut data FDI, penyakit mulut merupakan penyakit dengan biaya perawatan termahal ke-4. Tidak hanya persoalan biaya, kesehatan mulut tentu berkorelasi dengan fungsi dasar mulut untuk berinteraksi sosial, makan, minum, dan menampilkan ekspresi wajah,  yang tentunya
 
Perayaan WOHD 2017 bertajuk 'Live Mouth Smart' menjadi salah satu upaya promotif untuk menghadapi permasalahan gigi dan mulut yakni dengan memberdayakan masyarakat dalam mengendalikan kesehatan mulut mereka.  Ada poin yang menarik, bahwa untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut  bukan hanya tugas seorang dokter, perawat gigi, maupun tenaga kesehatan gigi semata, melainkan harus menjalin suatu kolaborasi bersama masyarakat.

Tenaga kesehatan gigi bertugas untuk memberikan edukasi cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, apa saja kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan mulut, dan menyediakan informasi terkait cara mengontrol faktor resiko seperti merokok, pola makan tidak sehat, dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Di sisi lain, masyarakat dalam hal ini bertugas untuk mengadposi kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan mulut seperti berkumur, menyikat gigi, melakukan kontrol ke dokter gigi secara rutin serta menghindari faktor-faktor risiko penyebab terjadinya penyakit gigi dan mulut. Dengan adanya kolaborasi antara dokter, perawat gigi, dan tenaga kesehatan gigi bersama dengan masyarakat diharapkan terjadi peningkatan kesehatan gigi dan mulut baik di Indonesia maupun di dunia.

Sebagai salah satu upaya kolaborasi cerdas dalam mendukung peningkatan kesehatan gigi dan mulut, PSMKGI sebagai wadah persatuan mahasiswa kedokteran gigi seluruh Indonesia tentu harus mengambil peran aktif dalam perayaan ini. Momentum WOHD 2017 adalah salah satu kesempatan bagi PSMKGI untuk hadir khususnya ke tengah-tengah masyarakat demi memberikan kontribusi nyata dalam dunia kesehatan gigi Indonesia.
(Ira Nazihah Syarif/PSMKGI)

Tulis Komentar Anda