Korban Kebakaran Dapat Bantuan, Tapi...

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menyerahkan bantuan sosial kepada korban kebakaran (Hari D Utomo)

SOLO, KRJOGJA.com - Korban kebakaran di Kampung Timuran dan Baluwarti beberapa waktu lalu, memperoleh bantuan sosial bencana tak terduga dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Namun, penerima bantuan, tetap diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (13/03/2017) mengungkapkan, meski bantuan sosial itu terkait dengan bencana, penggunaan dana mesti dipertanggungjawabkan. Hal ini guna menghindari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dapat berlanjut dengan dugaan korupsi.

"Sekecil apapun dana yang dikucurkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mesti diadministrasikan secara tertib, sehingga tak terjadi kasus korupsi sebagaimana pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang kini tengah ramai dibicarakan publik."

Korban kebakaran penerima bantuan mungkin kesulitan membuat laporan pertanggungjawaban, tambah pria yang akrab disapa Rudy ini, karenanya dia meminta lurah ataupun ketua Rukun Tetangga (RT) yang juga hadir dalam penyerahan bantuan, diminta memberikan pendampingan. 

"Tak terlalu sulit, cukup dirinci untuk membeli usuk, reng, pasir, bata, semen, atau yang lain, misalnya, kemudian dilampirkan nota pembelian," ujarnya sembari meyakini, besaran bantuan yang diberikan Pemkot Solo, relatif kecil dibanding biaya yang diperlukan untuk membangun kembali rumah yang terbakar. (Hut)

Tulis Komentar Anda