Shaggydog Kembali Luncurkan Film Dokumenter

Shaggy Dog. (Foto: Istimewa)

SHAGGYDOG tak hanya piawai menciptakan beat asyik buat berdansa dan lagu hits yang nyaman diputar berulang kali. Heruwa (vokal), Bandizt (bass), Raymond (gitar), Richard (gitar), Lilik (kibor), dan Yoyok (Drum) itu punya banyak ide brilian yang saat dikeluarkan kian menguatkan eksistensi super band asal Yogyakarta ini. Salah satunya adalah film dokumenter.

Usai merilis "Berdansa Bersama Shaggydog" dan "Shaggydog Goes SXSW 2016" lalu kini band yang asal Sayidan itu kembali menelurkan film dokumenter terbaru. Berjudul "Konser Putra Nusantara Aftermovie", film pendek berdurasi sekitar 25 menit itu mendokumentasikan perjalanan Shaggydog menuju konser tunggal di Gudang Sarinah, Jakarta 23 Desember 2016 lalu. Film ini pun diluncurkan ke laman youtube melalui akun mereka Kamis (9/3/2017).

Personel Shaggydog sedikit banyak terlibat langsung di dalam proses pengerjaan konser ini, bahu membahu bekerjasama dengan tim dari Yogyakarta dan Jakarta. Semua keseruan tersebut direkam dengan apik oleh tim dokumentasi Konser Putra Nusantara, Lokacinema. Tiap momen yang mereka jalani: mulai dari perencanaan konser di kantor Shaggydog, menunggu delay pesawat, menghadiri pre-event, latihan kolaborasi bersama rekan musisi di Jakarta, setting visual, sound, hingga pelaksanaan konser terekam dengan apik dan jadi satu kesatuan kisah yang menyenangkan untuk disaksikan.

Dalam film dokumentasi ini konser Shaggydog didukung para seniman seperti Danar Pramesti (Souljah), Iwa K dan Sujiwo Tedjo. Danar membagi pengalamannya ketika latihan H-1 konser sementara Sujiwo Tedjo mengisahkan awal mula dirinya diminta berkolaborasi mengisi saxophone di salah satu lagu Shaggydog dalam album "Putra Nusantara".

"Awalnya ketemu Heru di peluncuran album Chandra Malik. Kami tidak bicara musik, tapi bicara bagaimana seandainya daerah Kuningan di Jakarta ini jadi sawah. Gedung-gedung semua digusur terus jadi sawah. Habis itu Shaggydog bikin album ini dan aku disuruh ke Yogya. Aku senang bantuin mereka. Lagu mereka jawanya kerasa, reggae-nya juga kerasa," kata Sujiwo Tedjo.

Film dokumenter ini didirekturi Heru Wahyono dan Willy Eko Prasetyo yang juga berperan sebagai editor dan videographer bersama Adhi Kurniawan, Muhammad Syarif, dan Keyko Roesman. Dalam rilisnya, Shaggydog berharap film ini dapat membawa penonton untuk ikut merasakan keseruan yang dialami oleh para personil Shaggydog menuju #KonserPutraNusantara , dan semoga konser ini dapat terulang kembali di tahun 2017, dimana Shaggydog akan genap berumur 20 tahun. (Des)

 

Tulis Komentar Anda