Ratusan Perangkat Desa Belum Terima Gaji

Ilustrasi. (Foto : Dok)

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Ratusan perangkat desa belum mendapatkan gaji atau penghasilan tetap (siltap) akibat lambannya sejumlah desa dalam menyusun APBDes dan RKPDes 2017. Hingga minggu kedua Maret ini masih ada 36 desa dari 144 desa yang belum menyusun APBDes dan RKPDes 2017.

”Jika ada perangkat desa yang belum memperoleh siltap, itu akibat di desanya belum menyusun anggaran desa termasuk rencana kerja 2017 ini,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (KB), Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3AKBPMD) Gunungkidul Sujoko MSi kepada KR, Kamis (09/03/2017).

Terpisah Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Gunungkidul Purwanto ST, menyayangkan adanya perangkat desa yang sudah tiga bulan (Januari-Maret 2017) ini belum mendapatkan gaji bulanan atau siltap. Pihaknya berharap agar Pemkab Gunungkidul mengubah sistem dan mencarikan solusi agar perangkat desa ini setiap awal bulan bisa langsung mencairkan penghasilan tetapnya, karena sudah menjadi hak mereka.

”Kasihan sudah tiga bulan tidak menerima gaji, sehingga di antara perangkat desa mengalami kesulitan dalam mencukupi kebutuhan seharihari,” ujarnya.

Purwanto menganggap Pemkab Gunungkidul kurang peka terhadap nasib yang dialami perangkat desa yang sudah tiga bulan belum menerima gaji. Selain kebutuhan sehari-hari belum bisa tercukupi, yang paling menyedihkan jika perangkat desa memiliki tanggungan pinjaman di bank, maka bisa jadi akan terkena blacklist karena menunggak.

Dicontohkan, Kecamatan Karangmojo sebanyak 12 desa, yang mencairkan ADD atau siltap baru Desa Karangmojo dan Bendungan. Sedangkan Kecamatan Ngawen belum sama sekali.

Di Kecamatan Semanu, ujar Camat Huntoro PW SH, tinggal Desa Dadapayu, karena kades tersandung masalah. Sujoko menambahkan, siltap bagi perangkat desa mulai dari kepala desa sampai staf ini masuk dalam ADD. (Awa/Ewi)

Tulis Komentar Anda