Sedikitnya Ada 30.000 Pengguna Vapor di Yogya

Ratusan merk liquid menjamur di Yogyakarta dalam tiga tahun terakhir (Harminanto)

YOGYA, KRJOGJA.Com - Robertus Bryan salah satu importir besar pertama vapor di Yogyakarta  mengatakan ia, awalnya mendatangkan mendatangkan barang dari Cina dan Amerika. Tahun 2013 vapor belum banyak digemari seperti yang terjadi saat ini.

"Hanya sedikit sekali yang jual di Yogya, belum banyak yang suka, pun mencari device (alat vapor)," imbuhnya.

Pria yang juga berada sebagai salah satu sesepuh Paguyuban Vaporizer Yogyakarta (Pavi) sangat paham kapan dan bagaimana trend vapor mulai jadi 'hype' di wilayah DIY.

Berbagai merk MOD, Atomizer dan liquid kini membanjiri wilayah DIY dan dengan mudah didapatkan pengguna vapor. Toko online hingga vaporhouse yang didesain layaknya kafe menjamur di berbagai sudut strategis Yogyakarta.

Inilah yang kemudian menjadi peluang tersendiri bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan masa booming vapor. Berdasarkan data Pavi Yogyakarta, tercatat ada 63 toko yang secara resmi sudah ada di seluruh wilayah DIY. "Itu baru yang resmi bergabung, kalau yang masih belum gabung bisa lebih dari 80-an," lanjut Robert.

Sementara dari data Jogja Vapor Corner, salah satu komunitas yang memiliki basis di jejaring online Facebook, hingga 2016 ini jumlah anggota atau member mencapai lebih dari 30 ribu orang. "Itu belum semua kami approve karena kami sortir juga profil apakah dia sudah 18 tahun atau belum, tapi jumlahnya sekitar 30 ribu member," ungkap Ichan salah satu pegiat Vapor di Yogyakarta. (Fxh)

 

Tulis Komentar Anda