2013 Vapor Masuk Yogya, Kini Menjamur di Mana-Mana

Aktivitas di salah satu vaporhouse di Yogyakarta (Harminanto)

YOGYA, KRJOGJA.com -  Trend vapor atau rokok elektrik sebagai pengganti rokok konvensional kini mulai 'ngetrend' di berbagai kota besar Indonesia termasuk Yogyakarta. Vapor sendiri mulai masuk dan berkembang di DIY ini sejak 2013 lalu dan selang tiga tahun perkembangannya sangat luar biasa.

Betapa tidak, kini di hampir semua kabupaten/kota di DIY di lokasi jalan strategis berbagai vapor house muncul untuk memuaskan hasrat bervaping bagi penggunanya yang semakin hari semakin bertambah.

Berjualan liquid atau cairan yang akan diuapkan hingga perkakas macam MOD (tempat pemicu listrik dan baterai) dan Atomizer (tempat meletakkan liquid) atau bahkan sekedar kawat kumparan (coil) pun kini jadi pilihan bisnis yang disasar para pengusaha.

KRjogja.com berbincang dengan Robertus Bryan salah satu importir besar pertama vapor di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Pria yang juga berada sebagai salah satu sesepuh Paguyuban Vaporizer Yogyakarta (Pavi) sangat paham kapan dan bagaimana trend vapor mulai jadi 'hype' di wilayah DIY.

Ia menceritakan bawasanya vapor mulai masuk ke Yogyakarta pada periode 2013 lalu. Kala itu hanya segelintir orang yang tertarik sementara sebagian besar masih takut dengan alat hisap yang mengeluarkan asap sangat banyak.

"Jadi vapor mulai ada pertama sejak tahun 2007 di Amerika Serikat, kemudian mulai berkembang beberapa tahun dan pada 2012 mulai hype di sana. Di era sekarang ini apapun yang hype di barat dengan mudah sampai di Indonesia termasuk di Yogya, kemudian masuklah vapor pertama pada 2013 lalu," ungkapnya ketika ditemui di salah satu vaporhouse di kawasan Jalan Perumnas Seturan. (Fxh)

Tulis Komentar Anda