Pemkot Solo Targetkan Bebas Kumuh 2019

Istimewa

SOLO (KRjogja.com) - Masih menyisakan sekitar 13 ribu rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai wilayah dengan luasan 359 hektar, Kota Solo ditarget bebas kawasan kumuh pada tahun 2019 mendatang. Dua tahun sisa waktu penuntasan kawasan kumuh, dinilai mencukupi, seirama dengan dukungan dana dari pemerintah pusat senilai Rp 7,5 miliar.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan, di Balaikota, Kamis (09/03/2017) mengungkapkan penanganan kawasan kumuh sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2007 lalu dengan sistem yang terrencana. Hanya saja, proses penataan kawasan kumuh tidak dapat berjalan maksimal, karena terbentur keterbatasan anggaran. 

Dalam beberapa tahun ke depan, tambah pria yang akrab disapa Rudy, pemerintah pusat akan menggelontorkan bantuan lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), sehingga percepatan penataan kawasan kumuh lebih memungkinkan. 

"Penyediaan anggaran penataan tak lagi mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seperti terjadi selama ini, tetapi juga dukungan dari pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)."

Berdasar hasil pemetaan, penataan kawasan kumuh lebih difokuskan pada 15 wilayah kelurahan, diantaranya Kadipiro, Sumber, Mojosongo, Kedunglumbu, Nusukan, Gilingan, Semanggi, Sangkrah, Jebres, Pajang, dan sebagainya. (Hut)

 

Tulis Komentar Anda