Fenomena Musik Grunge menggejala di Dunia

Foto: Google

MESKI tidak begitu disukai, tapi ternyata musik cadas yang terdiri dari sejumlah aliran musik memiliki pecinta yang militan. Bagaimana musik rock, hardcore, metal dan lainnya yang kurang diterima masyarakat secara umum serta industri musik, tapi mampu menyedot perhatian ribuan orang saat ada konser terbuka. hal itu pula yang terjadi di jenis musik Grunge. Penganut aliran jenis ini tidak banyak. Bisa dihitung jari mungkin. Tapi, bukan berarti

Grunge tidak disukai.

Bahkan di negara barat, ada grup musik grunge yang jadi pujaan banyak orang, Nirvana. Karya-karya dan personalitas
mereka banyak diidolakan. "Sebenarnya kalau bicara indie atau idealisme, Grunge itu banyak yang
suka. Hanya memang ketika bicara grunge secara lebih luas, apalagi menyangkut industri akan sangat sulit," jelas salah satu manajer band Yogyakarta, Delicious Band, Badrun Salam kepada <I>KR<P>, Rabu (8/3).

Menurutnya, posisi Grunge setingkat dengan aliran keras lainnya. begitu pula band yang menganut aliran ini memiliki kondisi yang sama. Memiliki penggemar fanatik, tapi tidak begitu disukai khalayak umum. "Malahan saya berani bilang mereka punya kualitas bermusik yang bagus. Sebab distorsi dan hentakan khas musik cadas itu sangat sulit. Beda
dengan permainan musik yang biasanya," ungkap pria gondrong ini.

Begitu pula yang dikatakan Qorem, punggawa band cadas Senjakala. Komunitas musik keras sudah tidak terlalu memusingkan apakah akan dapat berkiprah di jalur tinggi atau tidak. Ketika sudah berkarya sebaik mungkin, kepuasan itu telah didapat. "Kami pegang teguh idealisme ketika awal bermusik. Seperti itu ya kami akan jalani," ungkapnya.

Sebagai bahan referensi, bahwa Grunge merupakan subgenre dari aliran Alternative dengan ciri khas distorsi gitar yang kencang serta beat drum senada. ditambah lagi suara berat vokalisnya yang menjadi ciri khas Grunge. Sejumlah band mancanegara sukses mengusung aliran ini, seperti MUdhoney, Mother LOve Bone, Greenriver, Nirvana, Butterhole Surfer dan lainnya.

Aliran musik ini muncul pada pertengahan 1980-an di Seattle dan Washington Amerika Serikat. Berawal dari inspirasi jenis musik yang sudah lebih dulu ada, seperti punk rock, heavy metal dan indie rock. Gerakan awal Grunge mulai terlihat pada akhir tahun 1980-an di sekitar Seattle melalui label independen Sub Pop. Hingga kemudian Grunge sukses secara komersial pada paruh pertama 1990-an, mengacu dirilisnya Nevermind oleh Nirvana dan Ten oleh Pearl Jam.

Keberhasilan band-band tersebut meningkatkan popularitas rock alternatif dan membuat Grunge menjadi bentuk musik yang paling populer pada waktu itu. Namun begitu ternyata banyak band tidak nyaman dengan popularitas. Meskipun banyak yang bubar atau menghilang pada akhir 1990-an, pengaruh mereka terus memiliki dampak bagi perkembangan musik rock modern selanjutnya. (R-7)

 

Tulis Komentar Anda