Giliran Petani Tembakau Cemaskan Intensitas Hujan

Ilustrasi. (Foto : Dok)

GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) - Cuaca ekstrem yang ditandai dengan tingginya intensitas curah hujan di Gunungkidul membuat petani cabai dan tembakau cemas. Puluhan hektare kedua jenis tanaman tersebut kini pertumbuhannya jauh dari yang diharapkan. Selain daunnya lodoh akibat terlalu banyak diguyur hujan, untuk tanaman cabai mulai diserang hama.

”Dua kali kami lakukan penyemprotan hama tanaman, tetapi pertumbuhan tanaman cabai jauh dari yang diharapkan,” kata Seno (55), petani sayuran Desa Plembutan Kecamatan Playen, Gunungkidul, Senin (06/03/2017).

Sementara Ketua Kelompok Tani (Klomtan) Ngudi Rezeki Desa Wareng, Kecamatan Wonosari Wakimin juga mencemaskan tanaman tembakau milik petani yang perkembangannya kurang baik. Lantaran terlalu banyak diguyur hujan dikhawatirkan hasil panen mendatang berpotensi terjadi penurunan kualitas tembakau. Selain faktor kualitas, hasil panen yang tidak sesuai dengan permintaan pasar membuat harga jual daun tembakau rendah. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap produksi maupun keuntungan yang diperoleh.

Untuk tanaman cabai, dari sisi bibit saat ini tidak lagi dengan menyemai sendiri, tetapi membeli tiap satu batang tanaman cabai hasil semaian Rp 250 hingga Rp 500. Jika ratarata luas area 1.000 meter persegi lebih, perlu biaya pembelian bibit Rp 1 juta, belum termasuk pupuk, obat pembasmi hama dan tenaga yang jika ditotal mencapai lebih dari Rp 2,5 juta.

Terkait antisipasi agar tidak terkena dampak hujan tinggi, penanaman cabai menggunakan sistem tanam pada permukaan tanah yang tinggi dan di kanan kiri tanaman dibuat parit. Tetapi karena curah hujan tinggi, tanaman yang baru berumur antara 2 sampai 3 minggu perkembangannya jauh dari yang diharapkan. (Bmp)

Tulis Komentar Anda