Manfaatkan Psikotes, Jangan Paksa Anak Pilih Jurusan

Istimewa

SAAT ini, para orangtua yang anaknya duduk di bangku akhir SMA, mulai berpikir soal kelanjutan studi anaknya. Pemilihan fakultas atau jurusan, bisa menjadi kegalauan bagi anak maupun orangtua. Setiap keputusan apapun apa yang diperbuat oleh seorang anak, pasti akan selalu ada pengaruh orang tua di dalamnya. Keikutsertaan peran orang tua tersebut, tentu ada hal baik dan buruknya. 

Dalam pemilihan jurusan SNMPTN misalnya, pasti tidak sedikit orangtua yang ikut campur dalam pemilihan jurusan kuliah anaknya. Ada yang memaksa anaknya upaya masuk jurusan A, yang sangat diidam-idamkan oleh orangtuanya. Ada juga orangtua yang welcome terhadap anaknya, dan memberikan kebebasan untuk memilih kepada anaknya.

Hasil Psikotes

Direktur Bimbingan Tes Alumni, BTA Grup, Hasahatan Manullang menuturkan, kunci keberhasilan memilih jurusan saat kuliah, ada pada anak itu sendiri. “Walau orangtua coba menyarankan apa pun, tetap saja yang menjalaninya si anak. Jadi pilihan sebenarnya ada di anak,”
ujarnya, Hatan, demikian dia biasa disapa, menilai, keinginan
orangtua dalam mendominasi pilihan studi anak-anak mereka sebenarnya beralasan.

Salah satunya, karena orangtualah yang akan membiayai kuliah sang anak, sehingga mereka merasa berhak turut menentukan pilihan studi. “Ibaratnya orangtua kan masih membiayai, jadi mereka seperti punya harapan bahwa si anak akan menjadi seseorang yang mereka impikan di masa depan. Misalnya, menjadi pengacara, karena sedang tren, atau menjadi seorang dokter. Padahal bisa jadi anak mereka lebih suka bidang musik,” imbuh Hatan.

Dia menyarankan, jika calon mahasiswa masih kesulitan menentukan jurusan kuliah, mereka bisa menjalani psikotes. Hasil tes, kata Hatan, bisa menjadi saran untuk mengambil jurusan sesuai
passion seseorang.(*)

Tulis Komentar Anda