Wisata Editor : Agung Purwandono Rabu, 13 Juli 2016 / 07:56 WIB

Nikmatnya Bubur Imogiri di Pagi Hari

LIBURAN ke Yogyakarta, tak ada salahnya menyempatkan diri menikmati Bubur Imogiri. Paduan antara bubur nasi, sayur krecek dan lauk pilihan akan menggoda urat laparmu, dijamin!

Tak perlu bingung menikmati kuliner warisan nenek moyang dari Yogyakarta ini. Cukuplah meluncur ke arah selatan. Ikuti Jalan Imogiri hingga sampai di komplek makam raja-raja. Jangan kesiangan datang ke tempat ini. Bagaimanapun Bubur Imogiri cocok dinikmati pagi hari.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Wisata kuliner Yogyakarta ini terletak di lapangan parkir komplek Pemakaman Raja-raja Imogiri. Deretan warung Bubur Imogiri akan sangat ramai di hari Minggu atau libur. Orang-orang yang selesai berolahraga akan berbondong-bondong menyerbu deretan warung tersebut. Banyak pula wisatawan luar daerah yang juga datang untuk menikmati rasa bubur khas Imogiri ini.

“Saya dari Cilacap tapi anak saya sekolah di Jogja, kata anak saya bubur khas Imogiri rasanya enak. Makanya pas datang ke Jogja, saya minta anak untuk menemani sarapan pagi di sini. Ternyata memang enak, pemandangannya bagus dan udaranya juga sejuk,” ungkap Sumartinah(47).

Pembeli dapat mengambil bubur sesuai dengan porsinya masing-masing, sayur dan lauk-pauk yang ditawarkan pun beraneka ragam. Mulai dari opor ayam, sayur krecek hingga gudeg. Lauknya, silakan pilih, ada tempe garit, telur, krupuk. Bisa jadi tiga lauk itu 'dikawinkan' saja biar menghasilkan paduan rasa yang membuat kamu selalu kangen tempat ini.

Meskipun terkenal dengan bubur khas Imogiri, tetapi setiap warung juga menyediakan nasi untuk pecinta kuliner yang tidak menyukai bubur. “Dulu kalo minggu atau hari libur pasti aku sama temen-temen sarapan di sini, biasanya selesai lari-lari istirahatnya di warung bubur sekalian makan. Tapi kalo sekarang udah jarang kesini, soalnya sekarang lagi fokus cari kuliah, ” ungkap Turas Nur Vemantyasto(18) kepada krjogja.com.

Harga setiap porsi bubur beraneka ragam, sesuai dengan lauk yang dipililih. Sepiring bubur dengan sayur krecek ataupun opor saat hari-hari biasa di hargai Rp 7.000, tetapi ketika libur panjang seperti saat libur lebaran, pembeli harus mengeluarkan uang Rp 9.000 untuk mendapatkan satu porsi bubur ditambah dengan sayur. Harga yang tak seberapa untuk sebuah racikan kuliner tradisional warisan leluhur. (Satriyo Wicaksono)