Rame di Sosmed, Tarif Parkir Ilegal Senopati Rp 200 Ribu

Ilustrasi. (Foto: Doc)

YOGYA (KRjogja.com) - Tarif parkir ilegal selangit kembali ramai diperbincangkan di sosial media beberapa hari belakangan. Kali ini terjadi pada bus wisata asal Malang Jawa Timur yang dipaksa membayar Rp 200 ribu saat hendak memarkirkan kendaraan di dekat pintu keluar kantor Bank Indonesia Jalan Senopati Minggu (19/2/2017) lalu.

Vini Bayu, tour leader yang membawa rombongan tersebut Senin (20/2/2017) mengatakan saat itu bus akan parkir di Taman Senopati karena rombongan berniat jalan-jalan di Malioboro. Namun karena penuh maka ada inisiatif memarkirkan di dekat pintu keluar Bank Indonesia yang letaknya berdekatan.

"Sebelumnya saya sempat bawa parkir kena tarif Rp 70 ribu, lalu kemarin mintanya Rp 250 ribu. Sempat kami tawar dan akhirnya disetujui Rp 200 ribu," ungkapnya.

Namun, saat ia meminta karcis parkir, oleh oknum juru parkir yang diduga ilegal ini Bayu malah mendapatkan jawaban di luar harapan. "Bayar Rp200 ribu wae kok jaluk karcis, tapi ya tidak pindah karena rombongan sudah beberapa turun dari bus," ujar Bayu menirukan.

Diakui Bayu, karcis parkir tersebut digunakan untuk laporan pada perusahaannya, namun malah mendapatkan omelan dari para jukir tersebut. "Itu tarif dua jam, kalau lebih satu jam nanti tambah Rp 100 ribu lagi, kalau tidak mau mending pindah saja," lanjutnya.

Keluh kesah yang dibagikan di Facebook ICJ ini lantas mendapatkan berbagai tanggapan dari netizen yang sebagian besar menyayangkan ulah oknum juru parkir tak bertanggungjawab itu. Tidak sedikit yang menyayangkan predikat Yogyakarta kota ramah dan pariwisata bisa terciderai dengan ulah ini.

Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) mengaku sudah mengetahui adanya peristiwa penarikan parkir hingga Rp 200 ribu tersebut. "Kalau terbukti ada pelanggaran pasti izin akan dicabut, seperti ini kan merusak pariwisata Yogya," tegasnya. (Fxh)

 

Tulis Komentar Anda