Mengasah ‘Intan’ Di Desa Wonorejo

Salah satu spot foto selfi di Taman Rumah Pohon Banyu Adem, Wonorejo, Jatiyoso. (Foto:Abdul Alim)

WARGA Desa Wonorejo, Jatiyoso mulai menyadari berbagai potensi wilayahnya dapat diandalkan mencukupi kebutuhan hidup tanpa perlu merantau ke kota.  Perencanaan cerdas pada obyek wisatamampu menarik minat pengunjung dari berbagai daerah ke rintisan desa wisata ini.

Taman rumah pohon merupakan obyek yang makin ramai diburu pehobi foto selfi berlatar relief pesona alam. Desa Wonorejo membuka obyek ini di dua lokasi, yakni Banyu Adem dan Tugu Lasi yang dipisah jarak sekitar 300 meter. Beberapa gardu pandang di taman itu berketinggian 1.500 meter diatas permukaan laut (mdpl) dikepung panorama elok perbukitan wilayah Puntuksari dan Beyan, Jatiyoso serta Tawangmangu di Karanganyar yang menyambung perbatasan Kabupaten Wonogiri. 

Pengunjung betah berlama-lama berada di puncak paling tinggi rumah pohon untuk sekadar mengabadikan momen istimewa dan merasakan sejuk udara pegunungan. Oleh karang taruna setempat, besaran karcis masuk Rp 2 ribu dan jasa penitipan kendaraan roda dua Rp 2 ribu. Obyek teranyar ini berbeda dengan taman gardu pandang daerah lain, karena pengelolanya menyajikan kuliner khas singkong Jaraktowo yang diramu ke dalam berbagai jenis kue. 

“Ada sembilan varian kue dari Sijarwo (singkong jaraktowo) itu. Seperti brownis, bolu, donat, kue lapis dan sebagainya,” ujar Kepala Desa Wonorejo, Jatiyoso, Sudrajat, Minggu (19/02/2017). 

Ke depan, menu kuliner itu disajikan dalam satu paket wisata taman gardu pandang Banyu Adem dan Tugulasi. Dikatakannya lagi, masih banyak obyek wisata maupun heritage di Desa Wonorejo yang akan dikembangkan seperti arung jeram mini Sungai Walikan, Taman Watu Gajah dan offroad. (R-10)

Tulis Komentar Anda