Tanpa Tenaga Asing, Waduk Logung Bakal Tuntas Tahun 2018

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat meninjau Waduk Logung Kudus, Jumat (17/2/2017). (Foto: M Thoriq)

KUDUS (KRjogja.com) - Sebanyak 65 waduk siap dibangun pemerintah, dikerjakan sendiri oleh putra-putri Indonesia tanpa keterlibatan tenaga asing. Sebanyak 16 waduk kini sedang dikerjakan, salah satunya Waduk Logung yang berlokasi di perbatasan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo dan Desa Kandangmas  Kecamatan Dawe Kudus.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengungkapkan hal itu, saat meninjau pelaksanaan pekerjaan Waduk Logung bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jumat (17/2/2017). Ketiganya diterima Bupati Kudus Musthofa, sekaligus mendapat penjelasan mengenai upaya pemerintah kabupaten untuk menuntaskan pembangunan waduk.

Sesuai kontrak, pembangunan waduk yang menelan dana Rp 604,15 miliar itu harus sudah tuntas pada Desember 2018. Meski begitu, upaya mengakselerasi penuntasan proyek publik yang digagas sejak tahun 1970-an, yang dikemukakan pelaksana lapangan masih dimungkinkan.

“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten yang telah menyelesaikan persoalan sosial, sementara pemerintah pusat menuntaskan konstruksinya,” ujar Basuki.

Dia menyebut perkembangan proyek Waduk Logung telah melampui target dari 42 persen kini sudah terealisasi 43 persen. Pembangunan spillway yang sekarang masih dikerjakan diharapkan tuntas tahun ini. Sedangkan pekerjaan infrastruktur irigasi sudah dimulai pada 2016, dan langsung dapat digunakan ketika waduk selesai dibangun.

Manfaat waduk akan dirasakan masyarakat, antara lain penyediaan air irigasi untuk 5.354 hektare sawah, pasokan air baku sebesar 200 liter per detik serta pengurangan potensi banjir.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pembebasan lahan oleh pemerintah daerah yang lebih dari 90 persen patut diapresiasi. Pembangunan waduk diyakini dapat mendukung perekonomian Kudus yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pendapatan negara terbesar. Kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah perlu diteruskan,” pintanya. (Trq)

 

Tulis Komentar Anda