BTN Target Pembiayaan KPR Rp 35 Triliun

Sekda Kabupaten Kudus Noor Yasin (tengah) membuka tabungan di Kantor Cabang BTN Kudus yang baru saja diresmikan Direktur Utama PT BTN (Persero) Tbk Maryono (kanan). (Foto: M Thoriq)

KUDUS (KRjogja.com) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan penyaluran kredit hingga mencapai sekitar Rp 160 trilun pada 2017. Sebanyak 20 persen, antara Rp 30 triliun hingga Rp 35 triliun menjadi target alokasi untuk meng-cover pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) secara nasional.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono saat peresmian peningkatan status tiga kantor cabang pembantu (KCP) di Jawa Tengah menjadi kantor cabang (KC) yang dipusatkan di Kudus, Jumat (17/2/2017) petang. Ketiga KC baru, yakni Kudus, Magelang dan Tegal.

Peningkatan status ini memberikan potensi bagi BTN untuk meraup Dana Pihak Ketiga (DPK), berupa simpanan, giro, dan deposito yang lebih besar. Juga potensi pengucuran kredit lebih tinggi, selain untuk memberikan pelayanan lebih prima kepada para nasabah.

‎”Peningkatan status kantor cabang BTN ini kami lakukan setelah melihat potensi ekonomi di ketiga wilayah tersebut terus meningkat. Hal itu juga kami dasarkan pertimbangan kinerja KCP BTN di tiga wilayah itu pada 2016,” ujarnya.

KCP Kudus misalnya, membukukan 6.145  rekening simpanan dengan jumlah DPK sebesar Rp 138 miliar, serta penyaluran kredit di atas Rp 18 miliar  per-Desember  2016 lalu. Dengan peningkatan status ini, pihaknya menargetkan dapat mengcover pembiayaan 7.000 unit‎ rumah, melalui program KPR, di wilayah Kudus, Magelang, dan Tegal.

Menurutnya, KPR di BTN ada dua jenis, subsidi dan non-subsidi. Untuk KPR subsidi, diperuntukkan bagi mereka yang memiliki penghasilan tetap maksimal Rp 4 juta. Nilai KPR sesuai harga pemerintah antara Rp 110 juta hingga Rp 130 juta, dengan DP satu persen dan jangka angsuran bisa mencapai 20 tahun.

Sedang kreditur yang penghasilannya di atas Rp 4 juta, dilayani melalui KPR non-subsidi. “Kami akan membuka KPR BTN Mikro untuk mereka yang penghasilannya tidak menentu, seperti nelayan, petani dan pedagang kecil. Plafon kredit maksimal Rp 75 juta. Berapa bunganya belum kami putuskan, karena baru akan kami launching Minggu depan,” katanya.

PT BTN (Persero) Tbk saat ini memiliki jaringan sebanyak 856 unit, terdiri dari empat Kanwil, 71 Kantor Cabang, 238 Kantor Cabang Pembantu dan 478 kantor  kas, 65 kantor kas syariah, sekitar 40 gerai Bank BTN Prioritas, serta terhubung dengan 2.951 jaringan Kantor Pos Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. (Trq)

Tulis Komentar Anda