IKPML Minta Keadilan Keluarga Korban Diksar Maut UII

Perwakilan IKPML Taufik Qoriadi memberi keterangan pers di Mapolres. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Bermaksud meminta keadilan bagi keluarga korban maut mapala UII, Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Lombok (IKPML) Yogyakarta mendatangi Mapolres Karanganyar, Jumat (17/2/2017). Diterima Wakapolres Kompol Prawoko, mereka mendapat penjelasan progres penanganan kasus sejak awal sampai pelimpahan berkas perkara ke jaksa.

“Kebetulah keluarga Ilham (korban tewas diksar maut) berada di Lombok. Kami yang ada di Yogyakarta membantu mencarikan informasi penanganan kasusnya untuk keluarga di Lombok, maupun di kerabat dan teman dekatnya di Yogya,” ujar Pembina IKPML Yogyakarta, Taufik Qoriadi kepada wartawan usai audiensi di Mapolres.

Dikatakannya, keluarga Ilham di Lombok membutuhkan informasi itu karena di kampung halamannya, Pringgasela, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB), mereka nyaris buta informasi.

“Keluarganya orang daerah. Orang kampung yang tidak terlalu paham hukum. Maka dari itu kami berkewajiban menyampaikan sejauh mana penanganan kasus, mencari info lewat media dan langsung datang ke sini. Harapannya, prosesnya berjalan sesuai prosedur hukum di Indonesia,” katanya.

Bersama sejumlah mahasiswa asal Lombok, IKPML bersedia membantu penyidik dalam mengungkap kasus diksar maut yang menyebabkan Ilham Nurfadmi Listia Adi dan dua rekannya meninggal dunia, Muhammad Fadli dan Syaits Asyam. Salah satunya, mereka bersedia menerjemahkan pesan singkat yang dikirim Ilham ke orang terdekat perihal nestapa selama diksar. Percakapan itu ditulis dalam bahasa Sasak. Ilham sempat bercerita realitas di diksar tak seperti bayangannya.

“Dia itu baru semester tiga. Kepinginnya menyalurkan hobi dekat dengan alam. Tapi kenyataannya di luar perkiraan,” katanya.

Selain menanyakan perkembangan kasus, Taufik juga ingin memastikan penyidik memperoleh bukti cukup. Hasil koordinasi dengan penasihat hukum korban, IKPML mengatakan mereka juga mendukung penyidik dalam mencarikan sejumlah bukti berupa visum dan hasil autopsi RS. Penasihat hukum korban juga meminta pihak RS mengklarifikasi tindakan medisnya.

“Keluarga ingin tahu kenapa saat itu Ilham tidak dirawat inap saja dengan serius. Proses apa yang terjadi di JIH? Kuasa hukum mencari penjelasannya,” katanya.

Di akhir kata, IKPML berharap pelaku penganiayaan mendapat hukuman setimpal perbuatannya melalui proses hukum sesuai prosedur.

Sementara itu Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko mengatakan berkas perkara dengan dua tersangka Yud dan Ang telah dilimpahkan jaksa. Sedangkan penyidikan berikutnya mengarah calon tersangka lain.

“Penyidik bekerja maksimal,” katanya. (R-10)

 

Tulis Komentar Anda