Terminal Bayangan di Jalan Gajahmada Dikeluhkan

Angkutan umum berhenti di terminal bayangan Jalan Gajah Mada. Foto : Jarot Sarwosambodo

PURWOREJO (KRjogja.com) - Keberadaan terminal bayangan di Jalan Gajah Mada, kawasan luar Terminal Tipe A Purworejo, dikeluhkan sejumlah warga. Mereka menilai terminal bayangan menyebabkan terminal utama semakin sepi.

Terminal bayangan yang dikeluhkan itu terletak di pertigaan jalan masuk Terminal Purworejo. Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), mikrobus dan angkutan perdesaan menaik-turunkan penumpang dan mangkal di ruas jalan nasional itu. "Bus memang masuk terminal, setelah keluar 'ngetem' lagi di pertigaan luar terminal," tutur Supriyatno (60) pengurus paguyuban ojek Terminal Purworejo, Jumat (17/2).

Menurutnya, calon penumpang kendaraan umum jarang yang naik dari dalam Terminal Purworejo. Mereka memilih naik dari terminal bayangan karena aksesnya lebih mudah. Pengguna angkutan pedesaan, katanya, langsung turun di terminal bayangan, tinggal naik bus AKDP atau mikro sesuai tujuannya.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan omzet pada pengemudi ojek dalam terminal. "Kondisi sekarang sangat sepi, beda dengan dulu. Penyebabnya karena penumpang enggan turun dalam terminal," ungkapnya.

Keberadaan terminal bayangan, katanya, dinilai melanggar. Angkutan umum berhenti di tepi jalan yang sudah dipasangi rambu dilarang parkir oleh Dinas Perhubungan Purworejo. 

Kepala Dinas Perhubungan Purworejo Drs Agus Boedi Supriyanto MM mengemukakan, pemerintah kabupaten tidak bisa lagi melakukan intervensi terhadap Terminal Purworejo. "Pengelolaan Terminal Tipe A Purworejo menjadi kewenangan pemerintah pusat setelah 1 Januari 2017. Dulu kami sering melakukan penertiban terminal bayangan melibatkan polisi," ucapnya.

Namun pihak dinas menyatakan siap membantu menertibkan apabila ada permintaan dari masyarakat. Keberadaan terminal bayangan melanggar karena secara aturan bahwa jalan nasional tidak diperuntukkan bagi parkir. Selain itu, angkutan 'ngetem' mengganggu arus lalu lintas dari arah terminal atau Kota Purworejo. 

Menurutnya, dinas akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Purworejo dan Satpol PP. "Satpol PP berkaitan dengan keberadaan kios di tepi jalan, apakah sesuai peraturan atau melanggar perda. Kios juga ada pengaruhnya karena calon penumpang semakin nyaman, akhirnya malas masuk terminal," paparnya.(Jas)

Tulis Komentar Anda