Kantor Disbudpar Karanganyar Terancam Ambrol

Batang-batang bambu menyangga atap kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga. (Foto : Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Pegawai Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar mengaku waswas jika atap kantornya tiba-tiba runtuh. Penanganan sementara kerusakan di bagian itu diprediksi tidak akan lama menahan pengeroposan material.

“Saya pasrah saja jika tertimpa atap kantor. Mau geser kemana lagi, sudah penuh ruangannya. Sebenarnya takut juga saat hujan deras seperti atapnya mau ambrol,” ujar Komsya Nurhemi, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga kepada KRjogja.com, Jumat (17/02/2017).

Selama beberapa bulan terakhir, wanita berjilbab yang kerap disapa Shasa ini serta seluruh staf kantor tersebut menyingkir dari ruangan induk bagian tengah. Pengeroposan rangka penyusun atap menyebabkan plafon di ruangan itu amblek. Baru dua pekan terakhir dipasang sembilan bilah bambu penyangga atap di titik-titik rawan ambrol. Diberlakukan sterilisasi hampir separuh ruangan itu guna keperluan pemasangan bambu penyangga.

“Staf-staf bidang kebudayaan pindah semua ke gudang belakang yang lebih aman. Meski, atapnya juga bocor,” kata Shasa.

Bangunan kantor yang berada di kompleks perkantoran Cangakan, Karanganyar Kota ini mengalami beberapa renovasi di bagian atap selama beberapa dekade terakhir. Saat KRjogja.com melihat lebih dekat kondisi itu, sejumlah staf kantor berkelakar tentang pemasangan bambu penyangga yang terlihat mencolok. Mereka menyebutnya mirip event ‘Festival Bambu’ yang kerap digeluti para PNS di dinas tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto mengatakan pemasangan bambu penyangga atap bersifat darurat. Ia menyadari hal itu kurang pantas dilihat, namun lebih baik daripada tanpa penanganan sama sekali.

“Yang penting bisa tetap bekerja dulu. Nanti akan diusulkan rehab di anggaran perubahan,” ujar Titis.

Secara pribadi, ia menganggap rehab kantor yang berada di area perkampungan itu belum tentu efektif. Ia lebih sepakat Pemkab membangunkan kantor baru di tepi jalan raya dengan berbagai pertimbangan. Satu diantaranya, kantor itu bakal lebih representatif.

“Kantor di sini kurang strategis. Sebaiknya di pinggir jalan raya untuk memberi citra positif dan sesuai dengan bidang kerja dinas pariwisata dan kebudayaan,” katanya.

Jika dibangunkan kantor, Titis membidik dua lokasi strategis yakni di rumah dinas ketua DPRD yang kini masih disewa Satlantas Polres Karanganyar untuk ujian SIM serta kantor bekas PD BKK Tasikmadu sisi barat gedung DPRD Karanganyar. (R-10)

Tulis Komentar Anda