Begini, Tips Hindari Mata Minus Pada Anak

Istimewa

MAKIN banyak saja menemui pemandangan anak-anak yang bermain gawai dalam waktu lama. Terlebih banyak orang tua yang momen itu agar anak-anaknya tenang. Tapi benarkah hal tersebut bila ditinjau dari sisi kesehatan ?

Dokter Spesialis Mata RSI Sultan Agung, Atik Rahmawati menjelaskan, penggunaan gawai pada anak-anak dalam waktu lama meningkatkan resiko kelainan refraksi myopia atau yang sering disebut mata minus. 

"Myopia merupakan kelainan refraksi mata, dimana titik fokus jatuh di depan retina sebagian besar disebabkan karena panjangnya aksis bola mata. Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan, myopia dikarenakan faktor genetik atau lingkungan" katanya di RSI Sultan Agung belum lama ini.

Meningkatnya anak-anak yang menderita myopia, kata Atik juga diperkuat data di Amerika anak-anak yang mengalami myopia mengalami peningkatan hingga 50 persen. Di Asia, seperti di Singapura, Cina juga mengalami peningkatan yang luar biasa. 

Ia menduga, tingginya penerita myopia pada anak tersebut diduga berhubungan dengan banyaknya aktivitas melihat secara dekat di dalam ruangan dan kurangnya aktivitas fisik di luar ruangan. "Hal tersebut tidak menguntungkan pada mata anak yang masih berkembang.Terlalu banyak melihat dekat, menyebabkan pemanjangan bola mata yang menyebabkan myopia" terangnya.

Atik menghimbau, bagi orang tua yang saat ini masih membebaskan anak-anak bermain gawai, maka  perlu untuk membatasi dan menyeimbangkan aktivitas anak. Ia juga menambahkan bila muncul keluhan pada anak atau laporan dari guru sekolah tentang perkembangan penglihatannya, maka sudah seharusnya segera memeriksakan ke dokter supaya mencegah komplikasi kelainan refraksi yang lebih parah. (*)
 

Tulis Komentar Anda